![]() |
| Bukan Barang Biasa, Alat Peringatan Dini Banjir EWA di Padang Raib, Keselamatan Warga Dipertaruhkan. |
Padang, Rakyatterkini.com – Sejumlah perangkat yang diduga berkaitan dengan sistem peringatan dini banjir atau Early Warning System (EWS) di Kota Padang, Sumatera Barat, dilaporkan hilang akibat dugaan pencurian. Kehilangan tersebut menjadi perhatian karena perangkat pendukung EWS berperan penting dalam membantu masyarakat mengantisipasi potensi bencana banjir.
Berdasarkan surat tanda terima pengaduan Polresta Padang tertanggal Jumat (9/10/2026), terdapat dua laporan dugaan pencurian peralatan di lokasi berbeda. Barang yang dilaporkan hilang meliputi satu unit aki deep cycle berkapasitas 12V 100Ah, tiga unit panel surya berdaya 100 WP, serta satu unit lampu rotary LED.
Laporan pertama berkaitan dengan hilangnya satu unit aki dan tiga panel surya di Jembatan Rimbo Lasuang, kawasan Pasa Lalang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Peristiwa itu diperkirakan terjadi pada Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Akibat kejadian tersebut, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp9,3 juta. Aki dan panel surya merupakan perangkat yang dapat digunakan sebagai sumber energi bagi peralatan elektronik, termasuk sistem pemantauan lingkungan dan peringatan dini bencana.
Sementara itu, laporan kedua menyangkut dugaan pencurian satu unit lampu rotary LED di Jalan Lubuk Sarik Beringin, RT 003 RW 002, Kelurahan Lubuk Sarik, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang.
Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 10.19 WIB. Nilai kerugian akibat hilangnya lampu tersebut diperkirakan sebesar Rp1,5 juta.
Jika digabungkan, nilai kerugian dari kedua laporan itu mencapai sekitar Rp10,8 juta.
Kasubnit Opsnal Satreskrim Polresta Padang, Ipda Ryan Fermana, mengatakan pihaknya telah menerima dua laporan pengaduan terkait kehilangan komponen tersebut.
Menurut Ryan, laporan muncul setelah perangkat tidak lagi mengirimkan sinyal. Kondisi itu kemudian mendorong pihak terkait melakukan pemeriksaan terhadap alat dan menemukan dugaan kehilangan sejumlah komponennya.
“Ketika sinyal dari alat tersebut tidak ada lagi, dilakukan pengecekan. Ternyata, ada komponen alat yang diduga dicuri orang,” kata Ryan, Sabtu (10/10/2026).
Ia menegaskan, kepolisian memberikan perhatian terhadap kasus tersebut. Dua tim Klewang telah menerima laporan untuk menindaklanjuti dugaan pencurian itu.
“Kami atensi. Dua tim Klewang sudah mendapat laporan ini. Mudah-mudahan kami berhasil mengungkap dan menangkap pelaku,” ujarnya.
Hilangnya perangkat tersebut menjadi perhatian mengingat pentingnya sistem peringatan dini dalam mendukung kesiapsiagaan masyarakat menghadapi banjir. Informasi mengenai perubahan kondisi air yang disampaikan lebih awal dapat membantu warga mempersiapkan diri dan mengurangi risiko ketika bencana terjadi.
Meski demikian, belum ada kepastian mengenai dampak langsung kehilangan komponen tersebut terhadap operasional EWS di lokasi terkait. Kondisi sistem dan potensi pengaruhnya terhadap penyampaian peringatan kepada masyarakat masih memerlukan penjelasan lebih lanjut dari instansi yang bertanggung jawab mengelola perangkat tersebut.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya pengawasan dan perlindungan terhadap fasilitas yang mendukung keselamatan publik. Selain menimbulkan kerugian materi, kehilangan komponen perangkat kebencanaan berpotensi menjadi persoalan serius apabila mengganggu fungsi pemantauan dan penyampaian informasi darurat kepada masyarakat.(da*)


