Padang, Rakyatterkini.com – Pengurus Provinsi Esports Indonesia (Pengprov ESI) Sumatera Barat menggelar pelatihan peningkatan kompetensi bagi wasit dan pelatih e-sports se-Sumatera Barat. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 40 peserta yang berasal dari Pengurus Cabang (Pengcab) ESI kabupaten dan kota di Sumbar.
Pelatihan yang berlangsung di Ballroom Hotel The Axana Padang, Sabtu hingga Minggu, 3-4 Oktober 2026, itu mengangkat tema “Mencetak Tenaga Perwasitan dan Pelatih yang Profesional, Kompeten, Adil, dan Berintegritas.”
Kegiatan tersebut diikuti perwakilan dari 19 Pengcab ESI kabupaten/kota se-Sumatera Barat. Untuk memperkaya materi, panitia juga menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki pengalaman di tingkat nasional.
Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dari Anggota DPRD Sumbar dari Fraksi Gerindra, Muchlis Yusuf Abit, serta Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi dan Wakil Gubernur Vasko Ruseimy.
Muchlis Yusuf Abit mengatakan, pembinaan olahraga prestasi tidak cukup hanya dengan meningkatkan kemampuan atlet. Menurutnya, keberadaan pelatih dan wasit yang kompeten juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan.
“Pembinaan tidak hanya berbicara tentang atlet. Wasit dan pelatih juga memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan prestasi,” ujarnya saat membuka kegiatan yang turut dihadiri Ketua Umum KONI Sumbar.
Ia menyebut e-sports Sumatera Barat memiliki rekam jejak prestasi yang membanggakan. Cabor tersebut menjadi salah satu penyumbang medali emas bagi Indonesia pada PON XXI Aceh-Sumut 2024.
Menurut Muchlis, peningkatan kapasitas dan kepemilikan lisensi nasional bagi wasit maupun pelatih juga dapat membuka peluang profesi baru bagi para atlet yang telah berhenti bertanding karena faktor usia.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan jajaran Pengprov ESI Sumbar, di antaranya Sekretaris Umum Rozi Rizqullah Rabani, Ketua Harian Robby Febriansyah, serta Bendahara Umum Oldsan B. Pradipta.
Selain pelatihan, panitia turut menggelar mini turnamen sebagai bagian dari praktik peserta. Kompetisi tersebut mempertandingkan nomor PUBG dan diikuti 48 peserta secara daring.
“Ada 48 peserta yang ikut ambil bagian dalam nomor PUBG,” kata Ketua Panitia, Rozi Rabani.
Adapun materi pelatihan disampaikan oleh narasumber tingkat nasional, yakni Coach Herdiansyah yang merupakan Pelatih Timnas E-Sports Indonesia untuk Asian Games 2026, serta Coach Luthfi selaku Kabid Wasit dan Pelatih ESI Sumbar.
Peserta tidak hanya mendapatkan pembekalan teori sebagai persiapan menghadapi Ujian Nasional PB ESI. Mereka juga mengikuti praktik melalui studi kasus dalam Mini Tournament yang melibatkan 19 tim e-sports dari kabupaten/kota di Sumatera Barat.
Turnamen tersebut digelar secara online dan disiarkan melalui live streaming. Pelaksanaannya juga dipantau secara langsung dari lokasi pelatihan sehingga peserta dapat mempraktikkan materi yang telah dipelajari.
Coach Herdiansyah mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut. Ia menyebut Sumatera Barat menjadi provinsi pertama di Indonesia yang menggelar kegiatan dengan konsep tersebut secara menyeluruh.
Menurutnya, keterlibatan seluruh daerah di Sumbar menjadi nilai positif bagi pembinaan e-sports. Pemahaman mengenai kepelatihan dan perwasitan yang merata hingga tingkat daerah dinilai akan membantu Pengcab dalam membina atlet.
“Jika pemahaman tentang kepelatihan dan perwasitan sudah sampai ke tingkat bawah, Pengcab akan lebih mudah melakukan pembinaan. Hal ini juga akan membantu Pengprov ESI Sumbar dalam menjaring atlet terbaik untuk menghadapi berbagai ajang nasional ke depan,” ujarnya.(da*)


