Notification

×

Iklan

Empat Pasar Pariaman Direhabilitasi Rp4,1 Miliar

Senin, 05 Oktober 2026 | 22:47 WIB Last Updated 2026-10-05T15:47:00Z

Wali Kota Pariaman Yota Balad

Pariaman, Rakyatterkini.com – Empat pasar di Kota Pariaman, Sumatera Barat, mendapat dukungan anggaran dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI untuk rehabilitasi dengan total dana mencapai Rp4,1 miliar.

Perbaikan tersebut dilakukan menyusul kerusakan ringan pada sejumlah fasilitas pasar yang terdampak bencana hidrometeorologi pada penghujung 2025. Pemerintah Kota Pariaman menjadikan rehabilitasi pasar sebagai salah satu program prioritas pada 2026.

Wali Kota Pariaman Yota Balad mengatakan bantuan tersebut tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki fasilitas yang rusak, tetapi juga memperkuat kualitas infrastruktur pasar agar lebih siap menghadapi potensi bencana di kemudian hari.

“Rehabilitasi empat pasar ini menjadi salah satu prioritas pembangunan kami di tahun 2026,” ujar Yota dalam keterangan yang diterima, Senin.

Menurutnya, keberadaan pasar sangat penting bagi aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, kondisi fasilitas dan lingkungan pasar perlu terus dibenahi sehingga pedagang maupun masyarakat yang berbelanja dapat merasa aman dan nyaman.

Yota berharap proses pekerjaan fisik dapat segera dimulai sehingga seluruh kegiatan rehabilitasi bisa diselesaikan sebelum berakhirnya tahun anggaran 2026.

Adapun empat pasar yang memperoleh bantuan tersebut adalah Pasar Rakyat Pariaman, Pasar Kuraitaji, Pasar Basah Pariaman, serta Pasar Produksi Jati.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kota Pariaman, Deddy Kurnia Illahi, menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah mengikuti rapat koordinasi antarinstansi sekaligus penyerahan DIPA Dana Tugas Pembantuan yang digelar Kemendag di Jawa Barat.

Kegiatan tersebut berkaitan dengan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas pascabencana di wilayah Sumatera.

Deddy menjelaskan, saat ini proses rehabilitasi masih berada dalam tahap persiapan. Pekerjaan fisik ditargetkan mulai dilaksanakan pada Oktober 2026.

“Per tanggal 12 bulan ini sudah kontrak,” katanya.

Ia menambahkan, berbagai persiapan telah dilakukan agar pengerjaan dapat berjalan sesuai rencana dan selesai tepat waktu. Dengan rampungnya rehabilitasi, pedagang dan masyarakat diharapkan memperoleh fasilitas pasar yang lebih layak.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Pariaman juga terus melakukan penataan aktivitas perdagangan di Pasar Rakyat Pariaman. Sebanyak 12 personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ditempatkan setiap hari untuk menjaga ketertiban sekaligus mencegah pedagang berjualan di luar area yang telah ditetapkan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kota Pariaman, Eri Gustian, mengatakan pihaknya telah beberapa kali melakukan penertiban dan mengarahkan pedagang ke tempat yang disediakan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM.

Menurut Eri, sebagian pedagang masih kembali berjualan di lokasi semula setelah dilakukan penertiban.

“Sebelumnya kami telah melakukan beberapa kali penertiban pedagang untuk dipindahkan ke lokasi yang disediakan Disperindagkop, tetapi keesokan harinya pedagang kembali ke lokasi awal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penataan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menciptakan kawasan pasar yang lebih tertib sekaligus mendukung persiapan rehabilitasi Pasar Basah Pariaman.

Pemerintah daerah, lanjutnya, telah menyiapkan lokasi alternatif bagi pedagang yang terdampak penertiban sehingga aktivitas perdagangan tetap dapat berlangsung selama proses penataan dan rehabilitasi.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update