Notification

×

Iklan

Warga Koto Tangah Kembangkan Solar Biodigester

Sabtu, 19 September 2026 | 17:29 WIB Last Updated 2026-09-19T10:29:00Z

Solar Biodigester Warga Koto Tangah Atasi Sampah dan Genangan

Padang, Rakyatterkini.com — Warga Perumahan Abu Hanif Devila, RT 03 RW 23, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, mengembangkan inovasi pengelolaan lingkungan melalui Solar Biodigester. Teknologi sederhana tersebut dirancang untuk menangani sampah organik rumah tangga sekaligus membantu meningkatkan penyerapan air ke dalam tanah.

Inovasi itu menjadi salah satu perhatian Tim Juri Padang Rancak Award (PRA) 2026 saat melakukan penilaian tahap kedua pada Jumat (18/9/2026). Solar Biodigester ditempatkan sebagian di dalam tanah dan digunakan untuk mengolah sisa makanan melalui proses penguraian bahan organik.

Mengolah Sampah Sekaligus Menyerap Air

Solar Biodigester memiliki fungsi yang berbeda dibandingkan tempat sampah konvensional. Sisa makanan dari rumah tangga dimasukkan ke dalam wadah yang terkoneksi dengan tanah sehingga material organik dapat mengalami proses dekomposisi secara alami dengan bantuan mikroorganisme pengurai.

Selain mengurangi sampah organik, perangkat tersebut juga memiliki prinsip kerja yang menyerupai lubang biopori. Air hujan dapat lebih mudah meresap ke tanah, sementara hasil penguraian bahan organik turut membantu menjaga kondisi tanah di sekitar lokasi.

Salah seorang juri PRA 2026, Syaifuddin Islami, menilai inovasi tersebut cukup relevan dengan kondisi Koto Tangah yang masih menghadapi persoalan genangan di sejumlah kawasan.

Menurutnya, Solar Biodigester memiliki manfaat ganda karena tidak hanya membantu mengelola sampah organik rumah tangga, tetapi juga berperan dalam meningkatkan penyerapan air dan mendukung kesuburan tanah.

“Solar Biodigester tidak hanya bermanfaat untuk mengamankan sampah organik dari rumah tangga. Sistem ini juga dapat berfungsi seperti biopori, membantu air masuk ke dalam tanah, sekaligus memperbaiki kesuburan tanah melalui proses penguraian bahan organik,” kata Syaifuddin.

Inovasi tersebut juga dapat dikembangkan untuk budidaya maggot. Pemanfaatan ini membuat Solar Biodigester berpotensi mengurangi volume sampah organik sekaligus menghasilkan biomassa yang masih bisa digunakan.

Meski demikian, keberhasilan sistem tersebut sangat ditentukan oleh keterlibatan masyarakat. Warga perlu melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah agar sisa makanan tidak tercampur dengan plastik atau jenis limbah lain yang sulit terurai.

Pemerintah Kota Padang memandang inovasi berbasis masyarakat seperti ini sebagai contoh bahwa pengelolaan lingkungan dapat dimulai dari lingkungan terkecil, termasuk rumah tangga dan tingkat RT.

Apabila dilakukan secara berkelanjutan, pengolahan sampah organik yang terintegrasi dengan sistem resapan air dapat menjadi salah satu upaya masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan sekaligus mengurangi persoalan genangan di kawasan permukiman.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update