Notification

×

Iklan

Ubur-Ubur Jadi Rezeki Baru Nelayan Cilacap

Sabtu, 19 September 2026 | 12:48 WIB Last Updated 2026-09-19T05:48:00Z

Laut Selatan Cilacap, Jawa Tengah, kini dipenuhi ubur-ubur 

Jakarta, Rakyatterkini.com – Perairan selatan Cilacap, Jawa Tengah, tengah memasuki musim melimpahnya ubur-ubur. Kondisi ini dimanfaatkan ribuan nelayan sebagai alternatif mata pencaharian ketika hasil tangkapan ikan menurun akibat cuaca yang kurang bersahabat.

Setiap hari, puluhan hingga ratusan perahu pencari ubur-ubur terlihat memadati area dermaga Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap. Kegiatan bongkar hasil tangkapan berlangsung sejak pagi hingga sore hari.

Banyaknya ubur-ubur yang didaratkan bahkan membuat proses pembongkaran harus dilakukan secara bergantian. Kapasitas tempat penampungan yang tersedia tidak cukup untuk menampung seluruh hasil tangkapan dalam waktu bersamaan.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, nelayan dan pelaku usaha menambah lokasi penampungan sementara. Ratusan kolam berbahan terpal disiapkan untuk menampung ubur-ubur sebelum dikirim kepada para pengepul.

Melimpahnya komoditas laut tersebut menjadi peluang ekonomi bagi nelayan di tengah kondisi hasil tangkapan ikan yang tidak menentu. Gelombang tinggi dan angin kencang membuat nelayan kesulitan melaut untuk menangkap ikan sehingga ubur-ubur menjadi pilihan yang lebih memungkinkan.

Di tingkat nelayan, harga ubur-ubur berada di kisaran Rp800 hingga Rp1.000 per kilogram. Hasil tangkapan selanjutnya dijual kepada pengepul dan kemudian disalurkan ke perusahaan yang mengolahnya untuk kebutuhan ekspor.

Harga komoditas tersebut mengalami peningkatan signifikan setelah masuk ke tingkat eksportir. Nilainya disebut bisa mencapai Rp25.000 sampai Rp40.000 per kilogram.

Salah seorang nelayan, Bakri, mengatakan aktivitas penangkapan ubur-ubur di perairan Cilacap melibatkan sekitar 500 perahu. Setiap kapal rata-rata mampu mendapatkan sekitar satu ton ubur-ubur dalam sehari.

"Di perairan Cilacap ini kurang lebih 500 perahu, terus untuk tangkapan kurang lebih ada 1 ton per kapal. Untuk total ubur-ubur ada 500 ton setiap hari," ujar Bakri di Cilacap, Jumat (18/9/2026).

Ubur-ubur hasil tangkapan tersebut sebagian besar kemudian dikirim ke pasar internasional, terutama China dan Vietnam. Ketika hasil tangkapan sedang tinggi, satu kapal bahkan dapat membawa lebih dari satu ton ubur-ubur dalam sehari.

Bakri menyebut musim ubur-ubur memberikan tambahan penghasilan bagi nelayan, terutama saat hasil penangkapan ikan mengalami penurunan.

Musim panen ubur-ubur diperkirakan masih akan berlangsung sekitar satu bulan mendatang. Para nelayan Cilacap pun memanfaatkan periode tersebut untuk menjaga pendapatan dengan menangkap komoditas laut yang sedang melimpah di perairan selatan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update