Notification

×

Iklan

Stok Beras Pemerintah 4,6 Juta Ton, Aman Hadapi El Nino

Jumat, 18 September 2026 | 00:45 WIB Last Updated 2026-09-17T18:11:47Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Pemerintah memastikan ketersediaan beras nasional masih dalam kondisi aman meski Indonesia menghadapi ancaman El Nino ekstrem dan tekanan global terhadap sektor pangan. Cadangan beras pemerintah yang tersimpan di Perum Bulog saat ini mencapai sekitar 4,6 juta ton.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan ketahanan pangan Indonesia, terutama komoditas beras, masih terjaga di tengah berbagai tantangan global.

“Alhamdulillah pangan kita dalam kondisi aman, khususnya beras, di tengah goncangan dunia, krisis pangan, krisis energi, dan krisis air yang terjadi di belahan dunia,” ujar Amran saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Menurut Amran, fenomena El Nino menjadi salah satu tantangan serius bagi sektor pertanian lantaran dapat memengaruhi produktivitas dan ketersediaan pangan. Namun, pemerintah telah menyiapkan cadangan beras yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Ia menyebut El Nino yang diperkirakan berlangsung kali ini tergolong ekstrem. Meski demikian, kondisi stok beras nasional hingga saat ini masih terkendali.

“Bahkan ada El Nino yang sangat ekstrem, ini terberat menurut BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika). (Namun) stok beras kita masih aman,” kata Amran.

Cadangan beras pemerintah (CBP) sebanyak 4,6 juta ton yang berada di gudang Bulog menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam menjaga pasokan selama musim kemarau dan menghadapi potensi dampak El Nino.

Amran menjelaskan, besarnya cadangan tersebut juga terlihat dari jumlah beras yang telah disalurkan pemerintah. Hingga pertengahan September 2026, distribusi CBP telah mencapai lebih dari 2 juta ton melalui berbagai program.

Untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), penyaluran pada Januari-Februari tercatat 221,05 ribu ton. Kemudian, distribusi SPHP periode Maret-September mencapai 794 ribu ton.

Sementara itu, bantuan pangan tahap pertama yang disalurkan pada Februari-Maret mencapai 662,86 ribu ton. Adapun bantuan pangan tahap kedua untuk periode Juli-September 2026 masih berlangsung dan telah tersalurkan sebanyak 584 ribu ton.

Dalam program bantuan pangan tersebut, setiap penerima manfaat memperoleh beras gratis sebanyak 10 kilogram setiap bulan.

Selain penyaluran melalui program tersebut, pemerintah juga telah mendistribusikan 13,1 ribu ton beras untuk kebutuhan bencana dan kondisi darurat serta 58,9 ribu ton untuk golongan anggaran.

Stok Beras Pemerintah Bertambah 18 Persen

Amran juga mengungkapkan bahwa persediaan beras pemerintah di Bulog pada September 2026 mengalami kenaikan sekitar 18 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada September 2025, stok beras pemerintah berada di angka 3,9 juta ton. Jumlah tersebut kemudian meningkat menjadi 4,6 juta ton pada September 2026.

Selain memastikan kecukupan stok, pemerintah terus memantau pergerakan harga beras guna menjaga stabilitas pangan dan daya beli masyarakat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikan Bapanas, perkembangan inflasi beras hingga Agustus 2026 menunjukkan kecenderungan melandai, baik secara tahunan maupun bulanan.

Inflasi beras secara tahunan pada Agustus 2026 tercatat sebesar 2,77 persen, turun dibandingkan Juli yang berada di level 3,10 persen.

Sedangkan secara bulanan, inflasi beras pada Agustus tercatat 0,42 persen, lebih rendah dibandingkan 0,49 persen pada Juli 2026.

Bapanas menyebut inflasi beras bulanan sepanjang 2026 masih berada dalam kondisi relatif terkendali karena angkanya belum pernah mencapai 1 persen.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update