Solsel, Rakyatterkini.com — Pemerintah Kabupaten Solok Selatan terus berupaya meningkatkan kapasitas aparatur dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan yakni memperkuat kemampuan dalam bidang Master of Ceremony (MC) dan keprotokolan hingga tingkat kecamatan.
Melalui Bagian Protokoler Sekretariat Daerah (Setda) Solok Selatan, pemerintah daerah menggelar Pelatihan Master of Ceremony (MC) dan Protokoler yang ditujukan bagi unsur Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Nagari, PNP–PSDKU Solok Selatan, serta perwakilan sekolah dan madrasah di Kecamatan Sangir Jujuan.
Pelatihan tersebut dilaksanakan selama dua hari, yakni 17–18 September 2026, bertempat di Aula Kantor Camat Sangir Jujuan. Kegiatan ini dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan memandu acara sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai tata keprotokolan dalam berbagai agenda resmi.
Kepala Bagian Protokoler Setda Solok Selatan, Miftahul Ikbal, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas di bidang MC dan protokoler perlu dilakukan secara merata. Menurutnya, keterampilan tersebut tidak semestinya hanya dikuasai oleh jajaran pemerintah kabupaten, tetapi juga perlu dimiliki aparatur kecamatan, nagari, perguruan tinggi, sekolah, dan madrasah.
Ia menjelaskan, MC memiliki peranan penting dalam menciptakan alur acara yang tertib, komunikatif, dan sesuai dengan susunan kegiatan. Seorang pembawa acara harus memiliki kemampuan berbicara di hadapan publik, memahami rangkaian acara, mengatur tempo, membangun suasana, serta menyampaikan informasi secara jelas dan santun.
Di sisi lain, pemahaman mengenai protokoler juga dibutuhkan untuk memastikan setiap kegiatan resmi terlaksana secara tertib dan sesuai aturan. Hal tersebut mencakup pengaturan tempat, tata upacara, tata penghormatan, hingga mekanisme penyambutan dan penempatan tamu.
“Pemahaman protokoler menjadi bagian penting dalam menjaga ketertiban pelaksanaan kegiatan resmi. Mulai dari tata tempat, tata upacara, tata penghormatan hingga penempatan dan penyambutan tamu perlu dipahami agar setiap kegiatan dapat berlangsung sesuai ketentuan,” kata Miftahul Ikbal.(Alwis)


