Notification

×

Iklan

Rimba Langit Hentikan Dominasi Sawahlunto di Panjat Tebing

Kamis, 17 September 2026 | 00:16 WIB Last Updated 2026-09-16T17:16:00Z

RImba Langit juara 1 Kejurprov I Panjat Tebing Sumbar di Sawahlunto.

Sawahlunto, Rakyatterkini.com — Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Panjat Tebing Sirkuit 1 Sumatera Barat 2026 di Kota Sawahlunto, 11–13 September 2026, berlangsung lancar. Ajang tersebut mempertandingkan berbagai nomor berdasarkan kategori usia dengan total 24 medali yang diperebutkan.

Salah satu kejutan muncul dari nomor speed putra U15. Atlet muda Kabupaten Dharmasraya, Rimba Langit Pembawa Berkah, berhasil menghentikan dominasi atlet tuan rumah yang selama ini kerap menguasai nomor tersebut.

Rimba yang masih berstatus pelajar kelas III SMPN Unggul Dharmasraya tampil impresif. Ia menjadi atlet tercepat setelah membukukan waktu 13 detik dan berhak membawa pulang medali emas.

Capaian itu membuat persaingan di nomor speed putra U15 panjat tebing Sumatera Barat semakin terbuka. Sebelumnya, nomor tersebut cukup sering menjadi milik atlet asal Kota Sawahlunto.

Prestasi Rimba kali ini juga tidak datang secara instan. Dalam ajang O2SN tingkat SMP Sumatera Barat pada Juli 2026, ia menempati peringkat ketiga nomor speed dan posisi kedua pada nomor lead.

Usai mengikuti O2SN, Rimba menjalani program pemusatan latihan selama kurang lebih dua bulan di Padang. Program tersebut membuahkan hasil ketika ia tampil di Kejurprov Sirkuit 1 Sumbar.

Tak hanya meraih emas di nomor speed putra U15, atlet klub Padang Climber Dharmasraya itu juga sukses mendapatkan medali perak pada nomor lead putra U15.

Pada pertandingan speed, Rimba yang kini berusia 14 tahun harus menaklukkan lintasan dinding panjat setinggi 18 meter. Dengan waktu 13 detik, ia berhasil menyelesaikan tantangan tersebut sebagai peserta tercepat.

Pelatih sekaligus ayah Rimba, Mardi Rosa Tanjung, menyebut pencapaian tersebut tidak terlepas dari dukungan banyak pihak. Menurutnya, sekolah, guru, guru olahraga, hingga pembina klub turut memberikan kontribusi terhadap perkembangan kemampuan Rimba.

“Prestasi yang diraih Rimba ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak yang sangat membantu atlet dalam menorehkan prestasi di dunia panjat tebing Sumatera Barat,” ujar Mardi.

Ia menjelaskan, dukungan sekolah sangat dibutuhkan karena Rimba harus menjalankan dua tanggung jawab sekaligus, yakni mengikuti pendidikan dan menjalani latihan secara intensif.

Rimba juga menyampaikan apresiasinya kepada pihak sekolah. Atlet yang sebelumnya bersekolah di SDIT Andalas Cendekia Dharmasraya tersebut mengaku mendapat dukungan untuk tetap mengikuti pendidikan ketika menjalani pemusatan latihan di Padang.

Selama mengikuti TC, Rimba memperoleh kesempatan mengikuti pembelajaran secara daring.

“Terima kasih kepada kepala sekolah, guru-guru, khususnya guru olahraga, yang selalu memberikan semangat dalam berlatih panjat tebing,” kata Rimba.

Apresiasi turut diberikan kepada Pembina Klub Padang Climber Dharmasraya, AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo, yang dinilai aktif memberikan perhatian terhadap pembinaan atlet-atlet muda daerah.

Kartyana yang kini menjabat sebagai Kapolres Dharmasraya mengingatkan para atlet muda untuk tidak mengesampingkan pendidikan. Sebagian besar atlet masih berstatus pelajar sehingga kegiatan olahraga harus tetap berjalan seimbang dengan kewajiban sekolah.

“Berlatihlah dengan fokus dan penuh semangat. Akan tetapi, pelajaran sekolah juga jangan sampai ditinggalkan, meskipun dalam kondisi belajar jarak jauh selama masa pemusatan latihan atau TC,” pesannya.

Menurutnya, kesibukan mengikuti latihan maupun kompetisi bukan alasan untuk mengabaikan pendidikan. Sistem pembelajaran jarak jauh selama TC dapat dimanfaatkan atlet agar kegiatan akademik tetap berjalan.

Kartyana juga mengingatkan atlet untuk tidak cepat berpuas diri setelah meraih kemenangan. Prestasi, katanya, harus menjadi motivasi untuk terus berkembang sekaligus tetap rendah hati.

“Jangan sampai gelar juara yang berhasil diperoleh membuat kita sombong dan lupa diri. Selalu ingat, dalam setiap prestasi yang kita peroleh ada campur tangan Tuhan yang harus menjadi pedoman dalam menggapai puncak prestasi,” ujarnya.

Secara keseluruhan, Padang Climber Dharmasraya membawa pulang lima medali dari Kejurprov Panjat Tebing Sirkuit 1 Sumatera Barat 2026.

Selain Rimba Langit, dua atlet pelajar lainnya juga berhasil menyumbangkan medali. Mereka adalah Cahaya Samudra Penyejuk Jiwa, siswa kelas V SDIT Andalas Cendekia, serta Muhammad Hamka Erdogan, siswa kelas III SDN 19 Pulau Punjung.

Keduanya masing-masing meraih medali perunggu pada nomor lead U11.

Prestasi tersebut menjadi bekal bagi para atlet muda Dharmasraya untuk menghadapi agenda berikutnya. Pada Porprov Sumatera Barat yang dijadwalkan berlangsung Oktober 2026, Rimba Langit kembali akan turun bertanding bersama timnya.

Namun, kali ini Rimba tidak memperkuat kontingen Kabupaten Dharmasraya. Ia akan menjadi bagian dari kontingen Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Kehadiran Rimba di tim Mentawai diharapkan menambah kekuatan kontingen tersebut dalam persaingan cabang olahraga panjat tebing pada Porprov Sumatera Barat 2026.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update