Notification

×

Iklan

PMI Sawahlunto Tak Ingin Pelantikan Sekadar Seremonial, Pendonor 150 Kali Digagas Dapat Umrah

Jumat, 18 September 2026 | 08:04 WIB Last Updated 2026-09-18T01:04:02Z

Ketua PMI Kota Sawahlunto, Andrio An, Sekretaris Restu Maulana bersama Ketua Dewan Pembina PMI Sawahlunto, Rico Alviano.

Sawahlunto, Rakyatterkini.com –  Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sawahlunto mulai mematangkan sejumlah agenda strategis untuk memperkuat peran organisasi di tengah masyarakat.

Gerak cepat itu dilakukan Ketua PMI Kota Sawahlunto Andrio An bersama Sekretaris Restu Maulana dengan menemui Ketua Dewan Pembina PMI Sawahlunto, Rico Alviano, yang juga Anggota DPR RI Fraksi PKB Dapil Sumbar I.

Pertemuan yang berlangsung di lahan pengembangan pertanian milik Rico Alviano di Sawahlunto tersebut awalnya membahas persiapan pelantikan pengurus baru berdasarkan Surat Keputusan (SK) terbaru. 

Namun, pembicaraan kemudian berkembang jauh lebih luas, menyentuh berbagai gagasan untuk masa depan PMI sekaligus potensi pengembangan Sawahlunto.

Andrio menegaskan, pelantikan pengurus baru tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus menjadi titik awal hadirnya program nyata yang manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.

"Yang paling penting setelah pelantikan, masyarakat bisa merasakan langsung kehadiran PMI. Jangan sampai pelantikan hanya selesai di panggung, tapi kerja kemanusiaannya tidak terdengar," tegas Andrio.

Karena itu, PMI Sawahlunto menyiapkan rangkaian kegiatan sosial yang langsung menyentuh kebutuhan warga. Pelantikan nantinya direncanakan dirangkai dengan donor darah massal, bakti sosial dan konsultasi kesehatan gratis, serta bazar sembako murah.

Tak hanya itu, Andrio juga melontarkan gagasan menarik terkait penghargaan bagi para pendonor darah yang telah memberikan kontribusi luar biasa secara konsisten.

Ia mencontohkan adanya pendonor yang telah mendonorkan darah hingga 150 kali. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan bentuk pengabdian kemanusiaan yang layak mendapatkan apresiasi khusus.

"Bayangkan ada pendonor yang sudah 150 kali donor darah. Itu bukan sekadar donor, tapi pengabdian kemanusiaan. Ke depan tidak tertutup kemungkinan kita beri apresiasi khusus, bahkan berupa Umrah ke Tanah Suci," ungkapnya.

Gagasan tersebut mendapat sambutan positif dari Rico Alviano. Ketua Dewan Pembina PMI Sawahlunto itu menyatakan komitmennya untuk mendukung program PMI, baik dalam jangka pendek, menengah maupun panjang.

Menurut Rico, PMI Sawahlunto perlu terus bertransformasi agar keberadaannya tidak hanya dirasakan ketika masyarakat membutuhkan darah atau saat terjadi kondisi darurat.

PMI, kata dia, harus mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas melalui program kesehatan, sosial, kemanusiaan hingga pemberdayaan masyarakat.

Pembicaraan kemudian berkembang pada potensi ekonomi Sawahlunto. Rico turut memaparkan pengembangan lahan seluas sekitar 10 hektare yang tengah disiapkannya sebagai proyek percontohan pertanian.

Dua komoditas yang menjadi perhatian dalam pengembangan tersebut yakni Durian Musang King dan Asam Kasturi, yang diharapkan dapat menjadi salah satu sumber ekonomi baru.

"PMI bicara kemanusiaan, tapi kemanusiaan juga butuh ekonomi yang kuat, kesehatan yang baik, dan lingkungan yang terjaga. Ini yang kita sinkronkan," ujar Rico.

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi PMI Sawahlunto dengan berbagai elemen. 

Di bawah kepemimpinan Andrio An dan pembinaan Rico Alviano, PMI diarahkan tidak hanya sebagai organisasi yang bergerak ketika terjadi kebutuhan darah maupun bencana, tetapi juga sebagai penggerak kegiatan sosial, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dengan konsep tersebut, pelantikan pengurus baru diharapkan bukan menjadi akhir sebuah agenda, melainkan awal dari gerakan kemanusiaan yang lebih nyata di Kota Sawahlunto. (benny)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update