Notification

×

Iklan

Pemkab Pessel Siapkan Rp2,2 Miliar untuk Porprov 2026

Senin, 14 September 2026 | 03:24 WIB Last Updated 2026-09-13T20:24:00Z

Ketua KONI Pessel, M. Adli saat pataka KONI dari Ketua KONI Sumbar Hamdanus Berita Kriminal Lokal

Pessel, Rakyatterkini.com — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pemkab Pessel) menyatakan komitmennya untuk mendukung kontingen daerah yang akan mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026.

Meski dukungan anggaran telah disiapkan, kontingen Pesisir Selatan menghadapi kendala dari sisi waktu. Pasalnya, pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2026 dijadwalkan hanya beberapa hari sebelum pelaksanaan Porprov.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Pesisir Selatan, Ronald Bernando, menyebutkan pemerintah daerah telah mengalokasikan dana sebesar Rp2,2 miliar untuk menunjang keikutsertaan kontingen Pessel dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

“Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Porprov tahun ini. Hal itu salah satunya diwujudkan melalui anggaran Rp2,2 miliar yang telah dialokasikan dalam APBD Perubahan,” ujar Ronald di Painan, Minggu (13/9/2026).

Menurutnya, persoalan yang muncul bukan menyangkut komitmen pemerintah daerah terhadap kontingen. Kendala justru berada pada waktu pengesahan anggaran yang berdekatan dengan jadwal dimulainya Porprov.

APBD-P Kabupaten Pesisir Selatan direncanakan ditetapkan pada 27 September 2026. Sementara itu, Porprov Sumatera Barat dijadwalkan berlangsung mulai 2 Oktober 2026.

Artinya, pemerintah daerah hanya memiliki waktu sekitar lima hari sejak APBD-P disahkan untuk menyelesaikan berbagai kebutuhan kontingen sebelum pertandingan dimulai.

Ronald menjelaskan, persiapan mengikuti Porprov mencakup banyak hal, bukan hanya memastikan atlet siap bertanding. Administrasi, perlengkapan atlet, kebutuhan kontingen hingga berbagai keperluan teknis lainnya juga harus dipersiapkan.

Keterbatasan waktu tersebut tentu menjadi tantangan bagi pemerintah daerah. Terlebih, setiap penggunaan anggaran harus tetap dilakukan berdasarkan prosedur dan aturan yang berlaku.

“Penggunaan anggaran tentu harus mengikuti mekanisme dan ketentuan yang sudah ditetapkan. Karena itu, keterbatasan waktu menjadi persoalan yang perlu segera dicarikan solusinya,” katanya.

Ronald menambahkan, persoalan serupa tidak hanya dialami Pesisir Selatan. Informasi yang diterimanya menyebutkan terdapat setidaknya 12 kabupaten dan kota di Sumatera Barat yang menghadapi kendala serupa terkait waktu penganggaran dengan jadwal pelaksanaan Porprov.

Ia berharap kondisi tersebut tidak diartikan sebagai ketidaksiapan Pesisir Selatan untuk berpartisipasi dalam Porprov 2026.

Sebaliknya, menurut Ronald, pemerintah daerah tetap menunjukkan keseriusannya dalam mendukung pembinaan olahraga serta keikutsertaan atlet Pessel melalui penyediaan anggaran.

Di sisi lain, Ketua KONI Pesisir Selatan M. Adli memastikan para atlet bersama KONI telah melakukan persiapan untuk menghadapi Porprov Sumatera Barat 2026.

“Kami siap mengikuti Porprov. Data atlet Pesisir Selatan yang akan turun bertanding juga sudah dipersiapkan. Kami berharap seluruh atlet mampu tampil maksimal dan mengharumkan nama daerah,” ujar M. Adli.

Ia memahami kendala yang tengah dihadapi pemerintah daerah terkait waktu pencairan dan penggunaan anggaran. Menurutnya, penyediaan dana sebesar Rp2,2 miliar melalui APBD-P 2026 menunjukkan adanya keseriusan Pemkab Pessel dalam memberikan dukungan kepada kontingen.

Namun demikian, selisih waktu yang cukup singkat antara pengesahan anggaran dan pembukaan Porprov tetap membutuhkan solusi bersama agar persiapan kontingen dapat berjalan optimal.

M. Adli mengungkapkan, KONI Pessel sebelumnya juga telah menyampaikan usulan agar pelaksanaan Porprov, jika memungkinkan, digelar pada November atau Desember 2026.

Ia menegaskan, usulan tersebut bukan karena Pesisir Selatan tidak siap bertanding. Pertimbangan utamanya adalah agar seluruh daerah memiliki waktu yang lebih longgar untuk menyiapkan kebutuhan atlet maupun berbagai keperluan teknis pertandingan.

“Kami tetap menghormati jadwal dan keputusan yang sudah ditetapkan. Masukan tersebut hanya untuk memberikan pertimbangan agar daerah memiliki waktu persiapan yang lebih cukup. Apalagi persoalan penyesuaian waktu anggaran juga terjadi di sejumlah kabupaten dan kota lainnya,” tuturnya.

M. Adli menambahkan, saat ini yang paling penting adalah menemukan solusi terbaik atas persoalan tersebut tanpa mengurangi motivasi atlet yang telah menjalani persiapan.

Dengan kesiapan KONI dan atlet serta dukungan anggaran dari Pemkab Pesisir Selatan, ia optimistis kontingen Pessel dapat mengikuti Porprov Sumatera Barat 2026 secara maksimal sekaligus membawa nama baik daerah.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update