Jakarta, Rakyatterkini.com – Seekor orangutan jantan dewasa ditemukan dalam kondisi kritis di kawasan perkebunan milik warga di Desa Laman Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Satwa tersebut ditemukan dalam keadaan lemah hingga tidak sadarkan diri.
Orangutan yang kemudian diberi nama Sampurna itu diduga mengalami gangguan serius pada sistem pernapasan setelah beberapa hari menghirup kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut juga diduga berkaitan dengan rusaknya habitat alami orangutan akibat kebakaran.
Penemuan Sampurna bermula dari laporan warga yang melihat keberadaan satwa tersebut di sekitar area perkebunan. Saat ditemukan, kondisi tubuhnya sangat lemah sehingga warga segera melaporkannya kepada petugas terkait.
Merespons laporan tersebut, tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat Seksi Konservasi Wilayah I Ketapang bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi.
Sampurna kemudian dibawa oleh tim medis ke pusat rehabilitasi untuk memperoleh penanganan darurat dan pemeriksaan lebih lanjut.
Dokter Hewan YIARI, Komara, menjelaskan bahwa paparan asap karhutla dapat memberikan dampak serius terhadap sistem pernapasan satwa.
Menurutnya, partikel berbahaya yang terdapat dalam asap dapat masuk ke saluran pernapasan dan mengganggu kerja paru-paru. Jika berlangsung dalam waktu lama dan dengan konsentrasi asap yang tinggi, kondisi tersebut dapat menyebabkan kekurangan oksigen hingga berujung pada gangguan pernapasan berat.
Saat ini, Sampurna menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh di pusat rehabilitasi. Tim medis memberikan perhatian khusus terhadap kondisi organ dalam, terutama untuk mengetahui kemungkinan adanya infeksi maupun kerusakan paru-paru akibat menghirup asap.
Evakuasi Sampurna menambah daftar penyelamatan orangutan yang dilakukan BKSDA Kalimantan Barat bersama YIARI menyusul meningkatnya kejadian karhutla sepanjang Agustus hingga awal September 2026.
Petugas mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan. Warga juga diminta segera menghubungi pihak berwenang apabila menemukan satwa liar yang keluar dari habitatnya atau berada dalam kondisi terancam akibat kebakaran.(da*)


