Padang, Rakyatterkini.com – Sekitar 240 orang yang tergabung dalam Aliansi Nahdliyin Muda Bersatu menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Jalan Jenderal Sudirman, Kota Padang, Rabu (2/9/2026).
Aksi tersebut dilakukan untuk menyampaikan penolakan terhadap rencana pengukuhan dan pelantikan kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat.
Peserta aksi berasal dari berbagai unsur organisasi kemasyarakatan, simpatisan, serta kalangan muda Nahdlatul Ulama (NU) dan Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) di Sumbar.
Massa mulai mendatangi lokasi sekitar pukul 13.45 WIB. Mereka membawa sejumlah spanduk yang memuat pernyataan penolakan terhadap rencana pengukuhan pengurus MUI Sumbar.
Setelah berkumpul di halaman kantor gubernur, para peserta secara bergantian menyampaikan aspirasi melalui orasi. Mereka menyoroti sejumlah persoalan yang berkaitan dengan proses pembentukan kepengurusan MUI Sumbar.
Perwakilan massa, Ihsan, mengatakan peserta aksi mulai berkumpul sekitar pukul 13.50 WIB. Menurutnya, halaman Kantor Gubernur Sumbar sengaja dijadikan lokasi untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka.
Ia menjelaskan, peserta aksi merupakan gabungan dari sejumlah organisasi masyarakat, simpatisan, serta generasi muda yang berasal dari lingkungan NU dan Perti.
Ihsan menyebut aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian sikap dari kelompok masyarakat yang keberatan dengan rencana pengukuhan dan pelantikan pengurus MUI Sumbar.
Dalam aksinya, massa meminta prosesi pengukuhan kepengurusan MUI Sumbar ditunda. Mereka mendesak agar sejumlah persoalan dan keberatan yang sebelumnya muncul dalam Musyawarah Daerah (Musda) terlebih dahulu diselesaikan.
Menurut para demonstran, penyelesaian persoalan tersebut perlu dilakukan sebelum tahapan pengukuhan kepengurusan MUI Sumbar diteruskan.
Aksi berlangsung di halaman Kantor Gubernur Sumbar. Pada saat yang sama, prosesi pengukuhan atau pelantikan pengurus MUI Sumbar disebut tengah berlangsung di dalam gedung.
Untuk menjaga keamanan, sejumlah personel kepolisian disiagakan di sekitar lokasi. Petugas juga melakukan pengaturan lalu lintas karena sebagian massa sempat menggunakan badan jalan ketika menyampaikan tuntutan.
Sampai aksi berlangsung, peserta tetap meminta agar pengukuhan pengurus MUI Sumbar ditunda hingga berbagai keberatan yang mereka sampaikan memperoleh penyelesaian. Demonstrasi tersebut menjadi wadah bagi massa untuk menyuarakan sikap terkait dinamika kepengurusan MUI Sumbar.(da*)


