Bukittinggi, Rakyatterkini.com – Aktris dan aktivis Melanie Subono menyoroti kondisi gajah jantan bernama Zidan yang berada di Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi. Ia mempertanyakan praktik pemeliharaan satwa tersebut yang disebut masih menggunakan rantai pendek.
Sorotan itu disampaikan Melanie melalui unggahan video di media sosial. Dalam video tersebut, tampak Zidan berada dalam kondisi terikat dengan rantai yang membatasi ruang geraknya.
Melanie meminta perhatian serius terhadap kondisi gajah tersebut. Ia menyebut Zidan telah mengalami kondisi serupa selama sekitar tiga tahun.
Menurut Melanie, penggunaan rantai dalam jangka panjang berpotensi bertentangan dengan prinsip kesejahteraan satwa atau animal welfare. Ia menilai gajah membutuhkan ruang untuk bergerak demi menjaga kondisi fisik dan mentalnya.
Melanie juga mengingatkan bahwa pembatasan gerak secara terus-menerus dapat menimbulkan berbagai persoalan kesehatan, mulai dari gangguan pada kuku, otot dan persendian hingga obesitas serta stres.
Ia mempertanyakan alasan penggunaan rantai pendek apabila pengelola memang khawatir terhadap keamanan. Menurutnya, aspek keselamatan seharusnya tetap dapat dipenuhi tanpa mengabaikan kebutuhan dasar satwa.
Selain persoalan rantai, Melanie turut menyoroti tenaga perawat atau mahout yang menangani Zidan. Ia menyebut mahout sebelumnya yang telah memiliki kedekatan dan ikatan dengan Zidan tidak lagi bekerja, sementara petugas yang sekarang dinilai bukan berasal dari bidang yang berkaitan dengan gajah.
Melalui unggahan tersebut, Melanie juga meminta sejumlah pihak terkait memberikan perhatian terhadap kondisi Zidan. Ia menandai Kementerian Kehutanan, Menteri Kehutanan, pengelola TMSBK Bukittinggi, Pemerintah Kota Bukittinggi, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, serta BKSDA Sumbar.
Melanie berharap pihak terkait segera melakukan evaluasi terhadap standar operasional prosedur (SOP) pemeliharaan Zidan dan memastikan kesejahteraan gajah tersebut menjadi perhatian utama.
Kepala BKSDA Sumbar, Hartono, mengatakan pihaknya telah mengambil langkah untuk menindaklanjuti persoalan tersebut. BKSDA Sumbar, kata dia, tengah mempersiapkan evaluasi sekaligus rencana evakuasi terhadap Zidan.
“Untuk saat ini kami masih berkoordinasi dengan pusat latihan gajah yang ada. Mohon dukungannya, semoga prosesnya dapat segera dilakukan,” ujar Hartono.
Hartono menambahkan, pihaknya juga telah berkomunikasi dengan Pemerintah Kota Bukittinggi mengenai kondisi gajah tersebut.(da*)


