Notification

×

Iklan

Kualitas Udara Sumbar Memburuk, Padang Berbahaya, di Pasaman dan Agam Waspada Hujan Lebat

Selasa, 15 September 2026 | 17:44 WIB Last Updated 2026-09-15T10:44:00Z

Udara Kabur Mendominasi Sumbar 15 September 2026

Padang, Rakyatterkini.com — Kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera Barat (Sumbar) mengalami penurunan pada Selasa (15/9/2026). Beberapa daerah masuk dalam kategori buruk hingga tidak sehat. Bahkan, kualitas udara di Kota Padang telah mencapai level berbahaya.

Kondisi langit yang terlihat mendung tidak selalu menandakan hujan. Kabut atau udara yang tampak keruh justru mendominasi sejumlah wilayah Sumbar akibat kualitas udara yang menurun.

Udara kabur dilaporkan terjadi sejak pagi hingga malam hari. Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang masyarakat menjadi terbatas. Fenomena ini dapat dipengaruhi oleh polusi udara, asap kebakaran hutan dan lahan, debu, maupun faktor lainnya.

Memasuki siang hari, sejumlah daerah seperti Sawahlunto, Dharmasraya, Solok Selatan, Padang Panjang, Bukittinggi, Pariaman, Payakumbuh, dan Lima Puluh Kota diprakirakan mengalami cuaca cerah berawan. Sementara itu, sebagian wilayah lainnya masih berpotensi mengalami udara kabur.

Pada sore hingga malam hari, warga di Pasaman Barat, Agam, dan daerah sekitarnya diminta mewaspadai kemungkinan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Hujan ringan juga berpeluang turun di Pasaman, Padang Pariaman, serta Kepulauan Mentawai.

Dari sisi suhu, Bukittinggi menjadi wilayah dengan suhu terendah, yakni berkisar 16–26 derajat Celsius. Sedangkan suhu tertinggi tercatat di Lima Puluh Kota, dengan kisaran sekitar 23–30 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara Sumbar berada pada rentang 39–97 persen.

Sementara itu, angin dengan kecepatan paling tinggi diperkirakan terjadi di Kepulauan Mentawai yang mencapai 34 kilometer per jam. Selanjutnya, Pesisir Selatan mencapai 24 kilometer per jam dan Kota Padang sekitar 23 kilometer per jam.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat di wilayah yang mengalami angin kencang diimbau tetap berhati-hati, terutama terhadap potensi pohon tumbang dan gangguan lainnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update