Padang, Rakyatterkini.com — Pemerintah Kota Padang mengambil langkah antisipasi menyusul memburuknya kualitas udara di wilayah tersebut pada Rabu (16/9/2026). Aktivitas pembelajaran bagi peserta didik jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat untuk sementara diliburkan.
Kondisi tersebut terjadi setelah indeks kualitas udara di Kota Padang menunjukkan angka yang sangat tinggi. Data pemantauan IQAir pada pukul 05.00 WIB mencatat nilai Air Quality Index (AQI) berada di kisaran 903-904 dan masuk kategori berbahaya.
Partikel halus PM2.5 menjadi salah satu polutan utama dengan konsentrasi mencapai sekitar 528 mikrogram per meter kubik. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama masalah pada sistem pernapasan bagi anak-anak dan kelompok masyarakat yang rentan.
Informasi mengenai penghentian sementara kegiatan sekolah disampaikan Pemerintah Kota Padang melalui akun Instagram resmi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Padang pada Rabu pagi.
Dalam pengumuman tersebut disebutkan bahwa seluruh peserta didik PAUD, SD, dan SMP sederajat di Kota Padang diliburkan pada hari itu karena kualitas udara telah mencapai AQI 904 dengan kategori berbahaya.
Selain menghentikan kegiatan belajar di sekolah, Pemko Padang mengingatkan masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Warga juga diminta menggunakan masker, menjaga kebersihan serta menerapkan langkah-langkah perlindungan kesehatan untuk mengurangi paparan polusi udara.
Diskominfo Kota Padang mengimbau warga untuk lebih banyak berada di dalam rumah dan menghindari kegiatan di luar ruangan yang tidak mendesak selama kondisi udara belum membaik.
Sementara itu, kebijakan bagi siswa SMA, SMK, dan MA sederajat berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Karena itu, masyarakat diminta menunggu informasi resmi dari Dinas Pendidikan maupun Diskominfo Provinsi Sumbar terkait kegiatan pembelajaran jenjang tersebut.
Memburuknya kualitas udara juga mendapat perhatian dari masyarakat. Sejumlah warga menyampaikan keluhan melalui media sosial, termasuk mengenai masih ditemukannya aktivitas pembakaran sampah secara terbuka di sejumlah lokasi.
Warga menilai asap hasil pembakaran tersebut dapat semakin memperburuk kondisi udara yang saat ini sudah berada pada level mengkhawatirkan. Keluhan mengenai gangguan pernapasan juga bermunculan di tengah masyarakat.
Masyarakat berharap pemerintah tidak hanya mengeluarkan imbauan, tetapi turut memperkuat pengawasan di lapangan. Penertiban terhadap pembakaran sampah terbuka serta upaya mengendalikan sumber-sumber pencemaran dinilai diperlukan hingga kualitas udara kembali berada pada kondisi yang aman.(da*)


