Pessel, Rakyatterkini.com – Rencana pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat yang dijadwalkan berlangsung pada 2–14 Oktober 2026 mulai mendapat tanggapan dari sejumlah daerah peserta. Salah satunya datang dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) yang mengusulkan agar pelaksanaan ajang olahraga tersebut ditunda.
Ketua KONI Pessel, M. Adli, menjelaskan bahwa persoalan utama bukan menyangkut kesiapan daerah mengikuti Porprov, melainkan adanya ketidaksesuaian antara jadwal pertandingan dengan proses pengesahan anggaran melalui APBD Perubahan 2026.
Menurutnya, apabila jadwal Porprov digeser, daerah akan memiliki waktu lebih longgar untuk menyelesaikan berbagai kebutuhan teknis dan administrasi tanpa terkendala persoalan anggaran.
“Kalau dari sisi teknis, kami sudah sangat siap. Data atlet Pesisir Selatan yang akan mengikuti Porprov juga sudah tersedia dalam bank data kami. Dengan waktu persiapan yang lebih matang dan tidak ada lagi persoalan terkait anggaran, kami optimistis para atlet dapat bertanding maksimal sekaligus mengharumkan nama Pesisir Selatan. Ini tentu untuk mewujudkan Porprov yang lebih baik,” ujar M. Adli.
Ia berharap seluruh pihak dapat memahami kondisi yang tengah dihadapi pemerintah daerah, termasuk Pesisir Selatan. Saat ini, kata dia, persoalan lebih berkaitan dengan waktu penganggaran. Sementara dari sisi komitmen, Pemkab Pessel dinilai telah menunjukkan dukungan nyata dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,2 miliar melalui APBD Perubahan 2026.
“Namun, jarak waktu antara pengesahan anggaran dengan dimulainya Porprov memang perlu dicarikan solusi bersama. Karena itu, kami dari KONI Pessel berharap jadwal pelaksanaan dapat dipertimbangkan untuk digeser ke November atau Desember 2026,” katanya.
Penundaan tersebut dinilai dapat memberikan kesempatan lebih panjang bagi seluruh kontingen untuk mempersiapkan kebutuhan atlet, perlengkapan, administrasi, serta berbagai keperluan teknis pertandingan. Adli menyebut persoalan serupa mengenai penyesuaian jadwal dengan proses penganggaran juga dihadapi sejumlah kabupaten dan kota lainnya.
Dukungan terhadap usulan tersebut juga disampaikan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan. Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Pessel, Ronald Bernando, mengatakan pengesahan APBD Perubahan 2026 dijadwalkan pada 27 September mendatang.
Dengan demikian, waktu tersebut hanya berjarak sekitar lima hari sebelum pembukaan Porprov yang direncanakan berlangsung pada 2 Oktober 2026.
Ronald menegaskan bahwa usulan penundaan yang disampaikan KONI Pessel bukan disebabkan minimnya dukungan pemerintah daerah. Sebaliknya, Pemkab Pessel telah menyatakan komitmennya dengan memasukkan anggaran Porprov sebesar Rp2,2 miliar dalam APBD Perubahan 2026.
“Kami sangat mendukung pelaksanaan Porprov 2026. Dukungan itu sudah kami buktikan melalui pengalokasian anggaran sebesar Rp2,2 miliar dalam APBD Perubahan,” ujarnya.
Ia menambahkan, keikutsertaan dalam Porprov tidak hanya berkaitan dengan kesiapan atlet. Setiap kontingen juga harus memenuhi berbagai kebutuhan administrasi, menyediakan perlengkapan pertandingan, serta mempersiapkan kebutuhan teknis lainnya.
Seluruh proses tersebut harus dilakukan sesuai mekanisme dan ketentuan penggunaan anggaran daerah. Karena itu, diperlukan waktu yang cukup agar persiapan kontingen dapat berjalan optimal tanpa mengabaikan aturan pengelolaan keuangan daerah.(da*)


