Jakarta, Rakyatterkini.com — Kasus meninggalnya Resma Reta (23), mahasiswi asal Kelurahan Dwi Tunggal, Kecamatan Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, hingga kini masih belum menemukan titik terang. Peristiwa yang terjadi pada 10 Juni 2025 tersebut telah berlalu lebih dari satu tahun, namun pihak yang diduga bertanggung jawab atas kematian korban belum diketahui.
Situasi itu membuat Aji Pamungkas Agency of Indonesia menyatakan komitmennya untuk terus mengawal proses pengungkapan perkara tersebut. Aji menegaskan, upaya mencari fakta di balik kematian Resma Reta akan tetap dilanjutkan.
Ia juga berencana mendorong keterlibatan sejumlah institusi, baik di dalam maupun luar negeri, termasuk Badan Intelijen Negara (BIN) dan Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat.
"Saya akan melibatkan lembaga-lembaga penting negara hingga dunia dalam upaya pengungkapan kasus pembunuhan Resma Reta. Saya akan melibatkan BIN hingga FBI," ujar Aji.
Menurutnya, perluasan dukungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari langkah untuk membantu mengungkap perkara yang sampai sekarang belum terpecahkan.
Aji menilai perhatian publik terhadap kasus tersebut perlu tetap dipertahankan. Dengan demikian, proses pencarian fakta terkait penyebab dan pihak yang bertanggung jawab atas kematian Resma Reta dapat terus berjalan.
Ia menjelaskan, BIN merupakan lembaga intelijen negara yang berada dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Sedangkan FBI merupakan lembaga investigasi federal Amerika Serikat yang berada di bawah Departemen Kehakiman AS.
"Kami memastikan proses pengungkapan pelaku kasus pembunuhan Resma Reta di Rejang Lebong terus berjalan dan tidak berhenti," katanya.
Aji menambahkan, perkara kematian Resma Reta telah mendapat perhatian masyarakat. Oleh sebab itu, pihaknya menyatakan akan terus mendorong pengungkapan kasus tersebut hingga fakta-fakta yang berkaitan dengan kematian korban dapat diketahui secara jelas.(da*)


