Notification

×

Iklan

Kaliandra Diolah Jadi Pakan Ternak dan Ikan

Selasa, 15 September 2026 | 16:34 WIB Last Updated 2026-09-15T09:34:00Z

Petani Aur Malintang Belajar Olah Kaliandra Jadi Pakan

Padang Pariaman, Rakyatterkini.com — Tanaman kaliandra yang selama ini banyak dimanfaatkan sebagai hijauan pakan dan bahan pendukung energi terbarukan kini mulai dikembangkan menjadi produk pakan bernilai tambah oleh masyarakat di Nagari III Koto Aur Malintang Selatan, Kecamatan IV Koto Aur Malintang, Kabupaten Padang Pariaman.

Pengembangan tersebut diperkenalkan melalui pelatihan pengolahan pakan yang digelar di Amal Plaza pada 10–11 September 2026. Dalam kegiatan itu, kelompok tani tidak hanya memperoleh materi dan praktik, tetapi juga mendapat dukungan berupa satu unit mesin pencacah serta satu unit mesin pembuat pelet.

Dosen Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP), Prof. Ramaiyulis, menjelaskan bahwa daun kaliandra berpotensi menjadi bagian dari formulasi pakan bagi hewan ternak, seperti sapi, kambing, dan kerbau. Meski demikian, penggunaannya harus melalui proses pengolahan serta perhitungan komposisi nutrisi yang sesuai.

Ia menjelaskan salah satu metode yang dapat diterapkan masyarakat adalah pembuatan silase. Kaliandra dapat dicampur dengan sejumlah bahan hijauan lain, di antaranya batang jagung, rumput gajah, maupun jerami padi.

Dalam praktiknya, peserta diperkenalkan pada formulasi yang menggunakan sekitar 70 persen batang jagung dan 30 persen daun kaliandra. Campuran tersebut dapat diberi tambahan dedak, kemudian difermentasi dan disimpan dalam wadah selama sekitar satu pekan.

“Batang jagung menjadi bahan utama, sedangkan kaliandra dapat berperan sebagai sumber nutrisi tambahan dalam formulasi pakan,” jelas Prof. Ramaiyulis.

Selain silase, peserta juga mempelajari pembuatan pakan berbentuk pelet. Pada metode ini, daun kaliandra perlu dicampurkan dengan bahan lain agar kandungan nutrisinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan ternak.

Materi tersebut memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa tanaman yang tersedia di sekitar mereka tidak harus dimanfaatkan sebagai bahan mentah. Dengan pengolahan yang tepat, kaliandra dapat dikembangkan menjadi produk pakan yang memiliki kegunaan sekaligus nilai ekonomi lebih tinggi.

Pemanfaatan kaliandra juga diperluas untuk kebutuhan pakan ikan. Dosen PPNP Auzia Asman memperkenalkan penggunaan tepung kaliandra sebagai salah satu komponen dalam formulasi pakan ikan.

Menurut Auzia, tepung kaliandra dapat dipadukan dengan sejumlah bahan lain, seperti tepung ikan, tepung jagung, tepung tapioka, minyak ikan, vitamin, serta mineral. Komposisi setiap bahan harus disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi pakan yang akan dibuat.

Para peserta kemudian melakukan praktik langsung membuat pelet. Melalui praktik tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya memahami manfaat kaliandra secara teori, tetapi juga mengetahui tahapan pengolahannya.

Keterlibatan dua tenaga pengajar dari PPNP menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Peserta memperoleh pengetahuan mengenai pemanfaatan kaliandra dengan pendekatan teknologi pertanian, peternakan, serta pengolahan pakan.

Untuk menunjang penerapan hasil pelatihan, kelompok tani juga memperoleh sejumlah sarana produksi. Bantuan yang diserahkan terdiri atas satu unit mesin pencacah, satu unit mesin pembuat pelet, dan 10 unit stup madu galo-galo.

Keberadaan mesin tersebut diharapkan dapat mempermudah kelompok tani dalam mengolah bahan baku. Selama ini, kaliandra lebih banyak dimanfaatkan dalam bentuk hijauan, sedangkan pengembangan menjadi silase maupun pelet membutuhkan peralatan yang lebih memadai.

Manajer Koperasi Amal Sejahtera Mandiri, Purdiman Pirang, menyambut baik pelatihan sekaligus bantuan peralatan yang diberikan kepada masyarakat.

Menurutnya, pengetahuan yang diperoleh melalui pelatihan akan lebih bermanfaat apabila didukung sarana yang memungkinkan masyarakat langsung mempraktikkannya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Semoga bantuan ini bermanfaat sehingga dapat diterapkan untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Purdiman berharap mesin yang diterima dapat dimanfaatkan secara maksimal sehingga kegiatan pengembangan kaliandra dapat terus berjalan setelah pelatihan selesai.

Hal senada disampaikan Perwakilan Camat IV Koto Aur Malintang, Sumardi. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan sudut pandang baru bagi masyarakat dalam melihat potensi yang tersedia di lingkungan sekitar, khususnya untuk mendukung aktivitas ekonomi.

Pengolahan kaliandra menjadi bahan pakan dinilai dapat membuka peluang baru bagi masyarakat Aur Malintang untuk meningkatkan nilai guna komoditas lokal. Dengan pengetahuan tentang formulasi dan teknik pengolahan, kaliandra tidak hanya digunakan dalam bentuk bahan mentah.

Produk seperti silase dan pelet dapat menjadi alternatif pemanfaatan yang disesuaikan dengan kebutuhan kelompok tani, peternak, maupun pelaku usaha masyarakat.

Dukungan mesin pencacah dan pembuat pelet juga memungkinkan proses produksi dilakukan dengan lebih praktis dan efisien dibandingkan pengolahan yang sepenuhnya mengandalkan tenaga manual.

Ke depan, keterampilan serta peralatan tersebut dapat menjadi modal awal bagi kelompok tani untuk mengembangkan formulasi pakan berdasarkan ketersediaan bahan baku, kebutuhan nutrisi ternak maupun ikan, serta kemampuan produksi masyarakat setempat.

Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Hernes, mengatakan pelatihan dan pemberian sarana produksi tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program tersebut diarahkan pada pengembangan potensi lokal sekaligus peningkatan kapasitas masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan melibatkan PPNP yang memiliki kompetensi dalam bidang pertanian, peternakan, dan teknologi pengolahan.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mendorong masyarakat agar potensi kaliandra yang ada dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Hernes.

Ia menambahkan, pemberian peralatan perlu disertai dengan peningkatan keterampilan agar masyarakat mampu mengoperasikan dan memanfaatkannya secara tepat.

“Program TJSL PT Semen Padang tidak hanya diarahkan pada pemberian bantuan, tetapi juga pada peningkatan kapasitas dan kemandirian masyarakat. Karena itu, pelatihan dan pendampingan menjadi bagian penting,” ujarnya.

Hernes berharap pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan dapat diterapkan kelompok tani untuk mengembangkan kaliandra sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di Aur Malintang.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan kerja sama dengan perguruan tinggi seperti PPNP diperlukan untuk menghadirkan pengetahuan yang dapat langsung diterapkan masyarakat.

Ia berharap materi yang diberikan dalam pelatihan tidak berhenti pada kegiatan pembelajaran, tetapi dapat diuji dan dikembangkan oleh kelompok tani berdasarkan potensi serta kebutuhan di lapangan.

Menurut Win, keberlanjutan program pada akhirnya ditentukan oleh kemampuan masyarakat dalam mengoptimalkan pengetahuan dan fasilitas yang telah diberikan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update