Pariaman, Rakyatterkini.com – Kondisi udara di Kota Pariaman kembali terganggu akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berasal dari wilayah sekitar. Pekatnya asap tidak hanya menurunkan kualitas udara, tetapi juga membuat jarak pandang pengguna jalan berkurang dan berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.
Kelompok masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya. Pejalan kaki, pengendara sepeda motor, pengemudi ojek, hingga pedagang kecil di Pasar Pariaman harus tetap beraktivitas meski kondisi udara dipenuhi asap.
Situasi tersebut kemudian mendorong munculnya kepedulian dari masyarakat. Komunitas Lapau OS, yang beraktivitas di sebuah kedai kopi di depan Stasiun Kereta Api Pariaman, berinisiatif membagikan hampir 1.000 masker secara cuma-cuma kepada warga.
Masker tersebut diberikan kepada pengguna jalan, penumpang kereta api, serta pedagang yang beraktivitas di kawasan pasar. Selain pembagian masker, anggota komunitas juga memberikan imbauan mengenai langkah-langkah menjaga kesehatan dan mengurangi risiko akibat paparan asap.
Perwakilan Komunitas Lapau OS, Aris Munandar, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan karena adanya kekhawatiran terhadap dampak asap bagi masyarakat.
Menurutnya, warga tidak hanya menghadapi ancaman gangguan pernapasan seperti ISPA, tetapi juga risiko kecelakaan akibat jarak pandang yang terbatas.
Berulangnya bencana karhutla setiap tahun juga menjadi perhatian masyarakat. Kondisi ini dinilai menunjukkan perlunya upaya yang lebih serius dalam mencegah kerusakan lingkungan serta menindak pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya kebakaran.
Masyarakat Pariaman berharap pemerintah mengambil langkah nyata untuk menangani sumber persoalan di wilayah terdampak karhutla. Dengan demikian, warga di daerah hilir tidak terus menanggung dampak buruk berupa pencemaran udara dan ancaman terhadap kesehatan.(da*)


