Notification

×

Iklan

ISI Padangpanjang Latih Siswa Gambar Bercerita

Senin, 14 September 2026 | 14:55 WIB Last Updated 2026-09-14T07:55:00Z

ISI Padangpanjang Bina Siswa SDN 02 Lewat Gambar Bercerita 

Padang Panjang, Rakyatterkini.com – Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang terus mendorong pengembangan kreativitas seni di kalangan pelajar sekolah dasar. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat, dosen ISI Padangpanjang memberikan pelatihan seni rupa dan kemampuan bercerita kepada siswa SDN 02 Padangpanjang Timur.

Program tersebut berlangsung mulai 19 Agustus hingga 12 Oktober 2026 dengan fokus utama pada pelatihan “Gambar Bercerita”. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas permintaan pihak sekolah agar pembinaan seni rupa dan keterampilan bercerita bagi siswa dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Tim pengabdian diketuai Drs. Harisman, bersama anggota Dr. Sulaiman Juned, Elvis, Hamzah, dan Jeki Aprisela.

Harisman menjelaskan, pelatihan tidak semata-mata diarahkan untuk meningkatkan kemampuan teknis menggambar. Para siswa juga diperkenalkan dengan beragam teknik dalam mengembangkan gambar menjadi sebuah cerita visual.

Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan rasa, kemauan berkarya, serta kreativitas. Di sisi lain, anak-anak juga dilatih mengenali dan memahami nilai-nilai estetika yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari.

Pada pelaksanaan kali ini, materi pembelajaran mengambil tema suasana Hari Kemerdekaan. Siswa diajak mengamati serta mengumpulkan berbagai objek visual yang kemudian dapat dikembangkan menjadi gambar sekaligus dirangkai dalam sebuah cerita sederhana.

Sejumlah objek yang digunakan sebagai inspirasi meliputi bendera Merah Putih, suasana perayaan kemerdekaan, permainan tradisional, berbagai perlombaan, hingga kegiatan panjat pinang. Selanjutnya, objek tersebut dituangkan ke dalam karya sesuai pengalaman dan daya imajinasi masing-masing siswa.

Anggota tim pengabdian, Hamzah, menyebut tema kemerdekaan sengaja dipilih untuk membantu siswa menuangkan gagasan dan kreativitas mereka. Meski demikian, peserta tetap diberikan kebebasan untuk menentukan bentuk serta mengembangkan ide berdasarkan pemikiran masing-masing.

Dalam proses pewarnaan, para siswa menggunakan media kering berupa pensil warna, pastel, dan krayon. Hamzah menilai teknik tersebut lebih praktis bagi anak usia sekolah dasar karena penggunaannya tidak membutuhkan proses pencampuran bahan seperti pada cat air atau cat minyak.

Harisman berharap pelatihan yang diberikan dapat menjadi modal awal bagi siswa yang memiliki ketertarikan maupun bakat dalam seni gambar bercerita. Kemampuan tersebut diharapkan terus dikembangkan sehingga mereka memiliki kesiapan untuk mengikuti berbagai ajang perlombaan seni.

Ia juga berharap siswa yang menunjukkan minat dan potensi dapat semakin mengasah kemampuan mereka, termasuk untuk menghadapi kompetisi seni rupa seperti FLS3N maupun kegiatan sejenis lainnya.

Selain membekali siswa dengan keterampilan seni rupa, tim pengabdian turut mengenalkan berbagai cerita rakyat yang berasal dari kearifan lokal Minangkabau. Kekayaan cerita tersebut diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi bagi siswa ketika menciptakan karya gambar bercerita.

Dr. Sulaiman Juned, M.Sn., salah seorang anggota tim, mengatakan pengenalan cerita rakyat memiliki peran penting dalam memperkenalkan budaya lokal kepada generasi muda. Dengan demikian, siswa tidak hanya belajar menghasilkan karya secara visual, tetapi juga memahami kekayaan budaya yang berada di sekitar mereka.

Sulaiman sendiri merupakan dosen Seni Teater sekaligus sastrawan.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari Guru Kelas SDN 02 Padangpanjang Timur, Rosi Darma, S.Pd. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para dosen ISI Padangpanjang yang telah memberikan kesempatan kepada siswa kelas IV untuk memperoleh pengalaman belajar menggambar secara langsung dari para akademisi dan praktisi seni.

Rosi menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang berkesan sekaligus bermanfaat bagi peserta didik. Menurutnya, kegembiraan siswa sudah terlihat sejak mereka mengetahui akan mendapatkan pembelajaran langsung dari dosen yang memiliki kompetensi di bidang seni.

Ia mengatakan para siswa tampak antusias dan penuh rasa ingin tahu ketika diberitahu akan belajar bersama para dosen seni. Kegiatan menggambar bercerita pun mendapat respons sangat baik karena menjadi salah satu aktivitas yang memang digemari anak-anak.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update