Padang, Rakyatterkini.com – Pemerintah kembali melakukan penyesuaian terhadap rencana pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera ruas Sicincin–Bukittinggi. Bersama PT Hutama Karya dan pemerintah daerah, pemerintah kini mengkaji trase baru yang diharapkan dapat menekan dampak pembangunan terhadap warga.
Pembahasan mengenai perubahan tersebut dilakukan dalam rapat persiapan dan percepatan pembangunan Tol Sicincin–Bukittinggi di Kantor Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Jati, Kota Padang, Kamis (10/9/2026).
Pertemuan itu dihadiri Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Pemprov Sumbar, Pemkab Agam, Kementerian Pekerjaan Umum, BPJN Sumbar, PT Hutama Karya serta sejumlah pemerintah daerah terkait.
Trase baru tidak melewati Kubang Putih
Salah satu perubahan utama adalah kawasan Kubang Putih tidak lagi masuk dalam rencana jalur tol. Sebelumnya, wilayah tersebut merupakan bagian dari trase yang direncanakan, tetapi muncul penolakan dari masyarakat sehingga pemerintah mencari opsi jalur lain dengan dampak sosial yang lebih rendah.
Andre Rosiade menjelaskan, perubahan tersebut dilakukan agar pembangunan infrastruktur tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Sebagai konsekuensinya, pemerintah juga akan menyesuaikan Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT).
Exit tol diarahkan ke Pasar Amor
Dalam konsep terbaru, akses keluar tol atau exit tol direncanakan berada di kawasan Pasar Amor, Kabupaten Agam. Dari titik tersebut, kendaraan nantinya diarahkan menuju Simpang Taluak.
Meski demikian, lokasi tersebut belum ditetapkan sebagai trase final. Masih terdapat sejumlah tahapan administrasi yang harus diselesaikan, termasuk konsultasi dengan masyarakat serta ninik mamak di wilayah yang berpotensi terdampak.
Bypass Pasar Amor–Simpang Taluak sepanjang 6,5 kilometer
Pemerintah juga menyiapkan jalur alternatif dari Pasar Amor menuju Simpang Taluak dengan panjang sekitar 6,5 kilometer. Jalur ini tidak lagi menjadi bagian dari konstruksi jalan tol, melainkan dirancang sebagai bypass yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum.
Pembangunan bypass diharapkan dapat menjawab kekhawatiran warga terkait kemungkinan kawasan permukiman terbelah akibat proyek tol. Selain itu, keberadaan jalur tersebut diharapkan mampu mengurangi kepadatan kendaraan, khususnya di kawasan Padang Lua.
Bupati Agam Benni Warlis menyampaikan, ruas tol yang berada di wilayah Kabupaten Agam diperkirakan hanya sekitar 2 kilometer. Sementara itu, jalur bypass yang dipersiapkan memiliki panjang kurang lebih 6,5 kilometer.
Pemerintah akan berdialog langsung dengan warga
Pemprov Sumbar juga memastikan pendekatan kepada masyarakat tidak sebatas sosialisasi formal. Pemerintah akan mendatangi langsung warga dan ninik mamak di daerah yang terdampak rencana pembangunan.
Dialog tersebut dijadwalkan mulai 17 September 2026 dengan melibatkan Pemprov Sumbar, Pemkab Agam, Kementerian PU dan PT Hutama Karya. Andre Rosiade meminta komunikasi dilakukan hingga tingkat jorong agar warga memperoleh penjelasan secara langsung mengenai rencana proyek.
Sekdaprov Sumbar Arry Yuswandi mengatakan pemerintah provinsi siap turun ke lapangan menggunakan pendekatan persuasif. Menurutnya, komunikasi dengan masyarakat diperlukan agar proses sosialisasi, pembebasan lahan hingga penetapan lokasi dapat berlangsung dengan baik dan tidak memicu persoalan baru.
Pembebasan lahan menjadi tahap lanjutan
Perubahan trase dan konsep bypass membuat dokumen perencanaan pengadaan tanah juga perlu disesuaikan. Andre Rosiade menyebut kebutuhan pembebasan lahan untuk pembangunan akses tersebut berpeluang dibiayai melalui anggaran negara dengan dukungan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).
Pembangunan ditargetkan dimulai 2027
Pemerintah menargetkan pekerjaan Tol Sicincin–Bukittinggi dapat mulai dilaksanakan pada awal 2027 setelah proses penyesuaian trase, administrasi, konsultasi publik dan pembebasan lahan berjalan.
Andre Rosiade juga mendorong agar ruas Padang Panjang–Pasar Amor dapat dituntaskan sebelum 2029. Bahkan, percepatan pembangunan dimungkinkan apabila seluruh tahapan persiapan dan pengadaan tanah dapat diselesaikan sesuai jadwal.
Dengan perubahan tersebut, perkembangan proyek Tol Sicincin–Bukittinggi tidak hanya menyangkut perpindahan jalur. Pemerintah juga mengubah pendekatan pembangunan dengan menghindari kawasan Kubang Putih, mengarahkan exit tol ke Pasar Amor, menyiapkan bypass sekitar 6,5 kilometer menuju Simpang Taluak, serta memperkuat komunikasi langsung dengan masyarakat dan ninik mamak.
Kendati demikian, trase baru tersebut belum berstatus final. Masyarakat masih harus menunggu penyelesaian proses administrasi dan konsultasi publik sebelum pemerintah menetapkan jalur pembangunan secara resmi.(da*)


