Padang Panjang, Rakyatterkini.com — Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Aceh (IPMA) Kota Padang Panjang kembali melestarikan tradisi Peusijuek dengan menggelar prosesi khusus bagi empat mahasiswa asal Aceh yang mengikuti Wisuda Periode I Tahun Akademik 2026/2027 Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang, Selasa (15/9/2026).
Prosesi adat tersebut digelar di pelataran Rektorat ISI Padangpanjang. Peusijuek dipimpin Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Perwakilan Sumatera Barat, Dr. Sulaiman Juned, M.Sn., sebelum kemudian dilanjutkan oleh orang tua masing-masing wisudawan.
Ketua IPMA Kota Padang Panjang, Ferli, menyebut Peusijuek menjadi bentuk penghormatan dan rasa syukur atas keberhasilan mahasiswa Aceh menyelesaikan pendidikan mereka di ISI Padangpanjang.
Empat mahasiswa yang mengikuti prosesi tersebut yakni Fadhil dari Program Studi Pendidikan Kriya asal Aceh Besar dengan IPK 3,56. Selanjutnya Teuku Fachrial dari Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), asal Susoh, Aceh Barat Daya, yang meraih IPK 3,46.
Kemudian Dimas Rizkar dari Program Studi Fotografi asal Aceh Tamiang dengan IPK 3,65, serta Dara Soeryana dari Program Studi Penciptaan dan Pengkajian Seni Pascasarjana dengan IPK 3,92.
Sulaiman Juned menjelaskan, Peusijuek merupakan salah satu tradisi adat masyarakat Aceh yang dikenal sebagai ritual tepung tawar. Pelaksanaannya mengandung makna ungkapan syukur sekaligus doa untuk memohon keselamatan, keberkahan, ketenteraman, dan kesejahteraan.
Tradisi tersebut biasanya dilakukan dalam sejumlah peristiwa penting dalam kehidupan masyarakat Aceh, mulai dari pernikahan, keberangkatan seseorang, hingga momen keberhasilan menuntaskan pendidikan.
“Peusijuek berasal dari kata sijuek dalam bahasa Aceh yang bermakna sejuk atau dingin. Maknanya adalah menenangkan lahir dan batin serta memohon ketenteraman kepada Allah SWT,” ujar Sulaiman.
Dosen Jurusan Seni Teater ISI Padangpanjang sekaligus sastrawan tersebut mengatakan, prosesi bagi empat wisudawan ini juga menjadi momentum untuk mendoakan perjalanan mereka setelah lulus. Harapannya, para lulusan senantiasa memperoleh keberkahan dan rida Allah SWT, diberikan keselamatan serta kebahagiaan, dan dijauhkan dari berbagai marabahaya.
Salah seorang orang tua wisudawan, Teuku M. Yani, mengungkapkan rasa haru sekaligus bangga karena tradisi Peusijuek tetap dapat dilaksanakan meskipun berada jauh dari Aceh.
“Saya sangat terharu dan bangga. Di tanah rantau, tradisi dan budaya Peusijuek untuk memohon keberkahan, keselamatan, dan kebaikan dalam kehidupan ternyata masih terpelihara dengan baik. Ini sesuatu yang luar biasa,” katanya.
Teuku M. Yani merupakan orang tua Teuku Fachrial. Ia tiba di Padang Panjang dari Kampung Pinang, Blang Pidie, Aceh Barat Daya, sehari sebelum pelaksanaan wisuda.
Pengurus IPMA Kota Padang Panjang menyampaikan bahwa Peusijuek telah menjadi agenda rutin setiap kali mahasiswa asal Aceh menyelesaikan pendidikan dan mengikuti wisuda. Di lingkungan ISI Padangpanjang, tradisi tersebut bahkan telah dilaksanakan sejak 1999, saat kampus seni itu masih bernama Akademi Seni Karawitan Indonesia (ASKI) Padangpanjang.
Hafiz, salah seorang pengurus IPMA Padang Panjang, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ungkapan syukur atas kelulusan, tetapi juga mencerminkan rasa kebersamaan mahasiswa Aceh yang sedang menempuh pendidikan di perantauan.
“Acara ini memang dilaksanakan setiap kali ada teman-teman dari Aceh yang mengikuti wisuda. Ini menjadi wujud syukur sekaligus kebersamaan kami sebagai mahasiswa Aceh di tanah rantau,” ujarnya.
Menurut Hafiz, makna Peusijuek lebih luas daripada sekadar memberikan ucapan selamat kepada wisudawan. Tradisi ini juga menjadi wadah untuk mempertahankan ikatan kekeluargaan serta memperkuat solidaritas sesama mahasiswa Aceh selama berada di perantauan.
IPMA Kota Padang Panjang berharap pelaksanaan Peusijuek dapat terus dipertahankan dan diwariskan kepada generasi mahasiswa Aceh berikutnya. Selain menjaga warisan budaya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan menyelesaikan pendidikan merupakan pencapaian yang patut disyukuri dan dirayakan secara bersama-sama.(da*)


