Notification

×

Iklan

Harga Pertalite dan Biosolar Tak Naik hingga Akhir 2026

Minggu, 13 September 2026 | 00:12 WIB Last Updated 2026-09-12T17:12:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com — PT Pertamina Patra Niaga memastikan harga BBM bersubsidi, termasuk Pertalite dan Biosolar, tetap dipertahankan hingga penghujung 2026. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari arahan pemerintah untuk menjaga kestabilan harga energi sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyampaikan bahwa perubahan sejumlah komponen yang memengaruhi harga BBM tidak serta-merta membuat harga BBM subsidi berubah. Penetapan harga tetap mengacu pada kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Pertamina Patra Niaga mengikuti kebijakan Pemerintah dalam penetapan harga BBM. Meskipun terdapat fluktuasi pada sejumlah parameter pembentuk harga, seperti harga minyak dunia dan nilai tukar, untuk BBM subsidi sesuai arahan Pemerintah tidak ada kenaikan harga hingga akhir 2026,” kata Kitty dalam keterangannya yang diterima di Yogyakarta, Sabtu (12/9/2026).

Ia menjelaskan, pergerakan harga minyak mentah dunia serta nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menjadi faktor yang terus dipantau karena dapat memengaruhi harga BBM. Meski demikian, kebijakan untuk BBM subsidi tetap mengikuti keputusan pemerintah.

Berbeda dengan BBM subsidi, harga BBM nonsubsidi atau Jenis BBM Umum (JBU) ditentukan berdasarkan formula yang sudah ditetapkan pemerintah. Karena itu, harga BBM nonsubsidi dapat mengalami penyesuaian sesuai perkembangan parameter pembentuk harga.

“Untuk BBM nonsubsidi, harga mengikuti formula yang telah ditetapkan pemerintah,” ujar Kitty.

Pertamina Patra Niaga, lanjutnya, berkomitmen menjalankan seluruh kebijakan pemerintah, baik terkait harga maupun distribusi BBM. Langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan energi masyarakat dapat terus terpenuhi.

Sebelumnya, pemerintah juga telah menyatakan bahwa harga BBM subsidi tidak akan dinaikkan sampai akhir 2026. Keputusan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas energi sekaligus melindungi kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama kelompok berpenghasilan menengah dan bawah.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan kebijakan tersebut diambil dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia yang terus menjadi perhatian pemerintah sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Bahlil, mempertahankan harga BBM subsidi bukan keputusan yang mudah. Ketika harga minyak dunia mengalami peningkatan, pemerintah harus memperhitungkan kemungkinan bertambahnya beban anggaran untuk subsidi energi.

Namun, pemerintah tetap menempatkan perlindungan terhadap daya beli masyarakat sebagai salah satu pertimbangan penting dalam menentukan kebijakan harga energi.

Dengan kebijakan tersebut, pengguna Pertalite dan Biosolar dipastikan tidak menghadapi kenaikan harga hingga akhir 2026. Sementara itu, harga BBM nonsubsidi tetap berpotensi mengalami perubahan sesuai formula dan ketentuan yang berlaku.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update