Notification

×

Iklan

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi

Jumat, 11 September 2026 | 02:57 WIB Last Updated 2026-09-10T19:57:00Z

Gunung Anak Krakatau

Jakarta, Rakyatterkini.com – Aktivitas Gunung Anak Krakatau di kawasan perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, masih berada pada kondisi tinggi dan cenderung berfluktuasi.

Berdasarkan hasil pemantauan pada Kamis (10/9/2026) pukul 06.00-12.00 WIB, gunung api tersebut kembali mengalami satu kali letusan. Selain itu, sejumlah aktivitas kegempaan vulkanik juga tercatat selama periode pengamatan enam jam.

Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau turut terekam kamera milik relawan yang sedang melakukan pencarian terhadap lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak di sekitar perairan Krakatau.

Data Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Krakatau mencatat letusan tersebut memiliki amplitudo maksimum 47 milimeter dengan durasi sekitar 17 detik.

Selain letusan, petugas merekam tiga kali gempa Low Frequency, satu kali gempa Hybrid/Fase Banyak, serta lima kali gempa Vulkanik Dangkal. Aktivitas Microtremor atau tremor menerus juga terpantau dengan amplitudo 1-6 milimeter dan dominan berada pada angka 2 milimeter.

Secara visual, kondisi puncak Gunung Anak Krakatau lebih banyak tertutup kabut dengan tingkat 0-III. Situasi tersebut membuat hembusan asap dari kawah tidak dapat diamati secara langsung dari pos pemantauan.

Sementara itu, kondisi cuaca di sekitar perairan Krakatau dilaporkan cerah hingga berawan. Angin bertiup dengan kecepatan lemah menuju arah utara dan barat laut.

Radius 5 Kilometer Masih Berbahaya

Hingga Kamis siang, status aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap berada pada Level III atau Siaga. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali mengingatkan masyarakat agar mematuhi batas aman yang telah ditetapkan.

Masyarakat, wisatawan, nelayan, maupun pihak lain dilarang mendekati atau melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau. Pembatasan tersebut diberlakukan untuk mengantisipasi potensi lontaran material vulkanik serta paparan gas berbahaya.

Warga yang berada di kawasan pesisir juga diminta tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat diimbau mengikuti perkembangan kondisi Gunung Anak Krakatau hanya melalui informasi resmi PVMBG dan instansi berwenang.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update