Pessel, Rakyatterkini.com – Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, tetap berlangsung pada Selasa (1/9/2026).
Pelaksanaan Musda tersebut sebelumnya sempat menuai penolakan dari sejumlah petani kelapa sawit di Pessel. Namun, agenda organisasi itu tetap dilaksanakan dan menetapkan Gestapson sebagai Ketua DPD APKASINDO Pessel.
Ketua DPW APKASINDO Sumbar, Jufri Nur, menyampaikan bahwa pelaksanaan Musda telah mengikuti ketentuan organisasi sebagaimana tercantum dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) APKASINDO, baik di tingkat DPP maupun DPW.
Menurut Jufri, mandat yang diberikan untuk pelaksanaan Musda juga telah dilakukan berdasarkan mekanisme organisasi yang berlaku.
Ia berharap kepengurusan baru dapat menjadi wadah yang mampu menaungi seluruh petani kelapa sawit di Pesisir Selatan. Salah satu persoalan yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius adalah harga tandan buah segar (TBS).
Jufri juga meminta agar persoalan internal tidak berkembang menjadi pembentukan kelompok atau kubu yang saling berseberangan. Ia menegaskan, ketua yang terpilih merupakan bagian dari seluruh petani sawit di Pessel.
Dari sisi kehadiran peserta, Jufri menyebut perwakilan dari sejumlah kecamatan telah mengikuti Musda. Kepengurusan yang memperoleh mandat untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut juga dinilai telah memenuhi unsur yang diperlukan.
Sementara itu, Gestapson sebagai Ketua Terpilih DPD APKASINDO Pessel mengatakan, pekerjaan pertama yang akan dilakukan adalah menyusun dan melengkapi struktur kepengurusan bersama tim formatur.
Ia menargetkan seluruh struktur organisasi dapat rampung dalam waktu kurang lebih 15 hari. Setelah kepengurusan terbentuk, APKASINDO Pessel akan mulai turun ke lapangan untuk mendengarkan secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi petani.
Gestapson mengatakan wilayah Pessel memiliki sentra perkebunan sawit yang cukup luas. Karena itu, pihaknya akan melakukan kunjungan secara bertahap, termasuk ke Kecamatan Silaut, guna menghimpun aspirasi petani.
Ia menegaskan APKASINDO harus menjadi wadah bersama bagi seluruh petani sawit di Pesisir Selatan, tanpa membedakan kelompok maupun kepentingan tertentu.
Terkait persoalan harga TBS, Gestapson menyebut hal tersebut masih menjadi salah satu keluhan utama petani. Ia menilai harga TBS di tingkat nasional relatif tinggi, tetapi kondisi di Pessel justru dinilai masih rendah dibandingkan daerah lain di Sumatera Barat.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari tata niaga TBS dan aktivitas sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) di wilayah Pesisir Selatan yang perlu mendapat perhatian.
Gestapson juga menanggapi adanya pandangan negatif terhadap pelaksanaan Musda. Ia menyatakan pihaknya tidak memiliki persoalan utang maupun bantuan dengan PKS yang disebut-sebut berkaitan dengan kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan, pelaksanaan Musda dapat terlaksana berkat partisipasi pihak yang menerima mandat bersama Koperasi Serba Usaha (KSU) Taqwa.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru, APKASINDO Pessel diharapkan dapat memperkuat perjuangan petani, khususnya dalam menyuarakan persoalan harga TBS serta berbagai kebutuhan petani sawit di daerah tersebut.(da*)


