Notification

×

Iklan

Flores Kembali Diguncang Gempa M4,6, BMKG Catat Ribuan Gempa Susulan

Jumat, 04 September 2026 | 13:48 WIB Last Updated 2026-09-04T06:48:00Z

Posko pengusi korban gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur. 

Jakarta, Rakyatterkini.com  – Wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami gempa bumi tektonik pada Jumat (4/9/2026) dini hari. Gempa berkekuatan magnitudo 4,6 tersebut menjadi bagian dari aktivitas gempa susulan pascagempa besar M7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa M4,6 itu berpusat di laut dengan kedalaman sekitar 7 kilometer. Episenternya berada 48 kilometer di timur laut Nagekeo, NTT, tepatnya pada koordinat 8,33 derajat Lintang Selatan dan 121,58 derajat Bujur Timur.

Berdasarkan hasil pemodelan, gempa tersebut tidak memiliki potensi tsunami. Ditinjau dari posisi episenter dan kedalaman sumbernya, gempa termasuk kategori dangkal yang berkaitan dengan aktivitas Flores Back-Arc Thrust.

Analisis terhadap mekanisme sumber menunjukkan gempa terjadi akibat pergerakan naik atau mekanisme thrust. Getarannya dirasakan di sejumlah wilayah, dengan intensitas III MMI di Kabupaten Nagekeo dan II MMI di Kabupaten Sikka.

Pada tingkat III MMI, guncangan dapat dirasakan dengan jelas oleh masyarakat yang berada di dalam rumah, dengan sensasi seperti kendaraan berat atau truk melintas. Sedangkan intensitas II MMI umumnya hanya dirasakan oleh sebagian orang dan dapat membuat benda-benda ringan yang tergantung bergerak.

BMKG menjelaskan gempa M4,6 tersebut masih berkaitan dengan rangkaian aktivitas susulan setelah gempa utama M7,7 pada 15 Agustus 2026 pukul 05.58.23 WIB.

Sampai Jumat pukul 04.30 WIB, BMKG telah mencatat sebanyak 12.051 kejadian gempa susulan. Dari jumlah tersebut, gempa susulan terkuat tercatat mencapai magnitudo 6,2.

BMKG memastikan pemantauan terhadap aktivitas kegempaan di Flores akan terus dilakukan. Informasi perkembangan terbaru akan disampaikan kepada pemerintah, pihak terkait, dan masyarakat.

Sementara itu, salah seorang pengungsi bernama Yuliana mengungkapkan bahwa gempa masih dirasakan hampir setiap hari di wilayah Nagekeo. Ia mengaku belum bersedia kembali ke rumah lantaran bangunan tempat tinggalnya mengalami kerusakan. Selain itu, trauma akibat gempa juga masih dirasakannya.

"Masih terjadi terus tiap hari ini," ujar Yuliana.

BMKG meminta masyarakat tidak panik dan tetap mengandalkan informasi resmi. Warga juga diingatkan untuk tidak mudah percaya terhadap kabar yang sumber dan kebenarannya tidak jelas.

Selain itu, masyarakat diminta menjauhi bangunan yang mengalami retak maupun kerusakan akibat gempa. Langkah tersebut penting untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan, korban jiwa, ataupun cedera akibat bangunan yang tidak lagi aman.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update