Padang, Rakyatterkini.com – Empat tim inovasi PT Semen Padang akan membawa hasil karya mereka ke ajang kompetisi tingkat internasional yang digelar di Bangkok, Thailand, dan Bali. Keempat tim tersebut terdiri dari SEPABLOCK, CIPITIH, BOF 8, serta VOLTAPRO.
SEPABLOCK dijadwalkan mengikuti International Quality & Productivity Convention (IQPC) yang berlangsung di Bangkok pada 14–17 September 2026. Sedangkan CIPITIH, BOF 8, dan VOLTAPRO akan berkompetisi dalam Asia Pacific Quality Organization International Conference (APQOIC) di Bali pada 26–29 Oktober 2026.
Pelepasan keempat tim dilakukan oleh Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar di Ruang Rapat Lantai I Kantor Pusat PT Semen Padang, Jumat (11/9/2026).
Pri menyebut partisipasi tersebut menjadi peluang bagi perusahaan untuk memperkenalkan inovasi yang telah dikembangkan sekaligus mengukur kemampuan para inovator dalam persaingan di tingkat global.
Ia berpesan agar seluruh anggota tim mematangkan persiapan, mulai dari pemahaman terhadap materi, kemampuan menjelaskan dampak dan manfaat inovasi, hingga kekompakan serta komunikasi ketika berhadapan dengan para juri.
“Penguasaan materi memang penting, tetapi kekompakan dan kemampuan berkomunikasi juga sangat menentukan dalam proses penilaian. Karena itu, seluruh tim harus fokus agar mampu mencapai hasil terbaik pada dua kompetisi internasional ini,” kata Pri. Dalam kesempatan tersebut, ia didampingi Direktur Keuangan Iskandar Z. Lubis dan sejumlah staf pimpinan PT Semen Padang.
Perusahaan menargetkan prestasi maksimal dari keikutsertaan empat tim tersebut. SEPABLOCK diharapkan mampu mendapatkan predikat Excellent dalam IQPC. Sementara CIPITIH, BOF 8, dan VOLTAPRO ditargetkan meraih Four Stars pada APQOIC.
Meski demikian, Pri mengingatkan bahwa penghargaan dalam kompetisi bukanlah tujuan utama dari kegiatan inovasi. Menurut dia, keberhasilan sebuah inovasi seharusnya diukur dari sejauh mana karya tersebut mampu memberikan dampak positif dan manfaat berkelanjutan bagi perusahaan.
“Yang paling penting adalah memastikan inovasi yang dikembangkan tetap menghasilkan manfaat konkret bagi perusahaan,” ujarnya.
Untuk itu, setiap inovasi yang sudah dihasilkan diminta terus dipantau dan dikembangkan agar tetap relevan dengan kebutuhan operasional. Jika memiliki peluang untuk diterapkan pada unit kerja lainnya, inovasi tersebut juga diharapkan dapat direplikasi sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh satu bagian.
“Pastikan inovasi tetap digunakan, disempurnakan, serta dapat diterapkan di unit kerja lain sehingga menghasilkan efisiensi dan nilai tambah bagi perusahaan,” tutur Pri.
Ia menjelaskan, arah pengembangan inovasi perusahaan ke depan juga akan difokuskan pada peningkatan efisiensi energi dan penguatan operational excellence. Hal tersebut menjadi semakin penting karena industri semen menghadapi tantangan yang cukup kompleks, mulai dari tingginya biaya produksi, kebutuhan energi, perkembangan teknologi hingga persaingan pasar.
“Efisiensi semakin dibutuhkan karena industri semen menghadapi tantangan dari berbagai sisi, termasuk biaya produksi, konsumsi energi, perkembangan teknologi dan persaingan pasar. Dalam situasi seperti ini, kreativitas serta kemampuan melakukan perbaikan secara berkelanjutan harus terus dikembangkan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Departemen Human Capital PT Semen Padang Iskandar Z. Taqwa menjelaskan bahwa empat tim tersebut tidak langsung berangkat ke kompetisi internasional. Mereka telah melewati tahapan seleksi dan pembinaan secara bertahap.
Keempatnya sebelumnya menjadi peserta Semen Padang Improvement Event (SPIE) 2024. Setelah mencatatkan hasil terbaik dalam kompetisi internal tersebut, mereka kemudian dipercaya membawa nama PT Semen Padang pada Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) 2025.
“Prestasi di tingkat internal membuat mereka dipercaya menjadi perwakilan PT Semen Padang pada TKMPN 2025. Di tingkat nasional, keempat tim kembali menunjukkan performa terbaik dengan memperoleh predikat Platinum dan Diamond. Hasil tersebut kemudian mengantarkan mereka menjadi wakil perusahaan di kompetisi internasional,” jelas Iskandar.
Menurutnya, pembekalan menuju kompetisi internasional telah berlangsung sejak Mei hingga September 2026. Materi persiapan meliputi pembuatan proposal inovasi, penyusunan abstrak, persiapan bahan presentasi, penyempurnaan makalah, hingga pelatihan teknik menyampaikan presentasi.
“Peserta juga mendapat pembekalan bahasa Inggris agar lebih siap menjelaskan inovasi sekaligus merespons pertanyaan dari dewan juri,” ujarnya.
Iskandar berharap seluruh tahapan pembinaan tersebut mampu meningkatkan kesiapan para inovator, baik dalam memahami materi maupun menyampaikan ide dan manfaat inovasi secara efektif di hadapan juri internasional.
“Kami berharap seluruh tim mampu memberikan penampilan terbaik dan memenuhi target yang telah ditetapkan perusahaan,” katanya.
Salah satu tim yang akan tampil lebih dulu di tingkat internasional adalah SEPABLOCK. Tim ini akan memaparkan karya bertajuk “Inovasi Produk Hilir PT Semen Padang untuk Alternatif Revenue dan Mewujudkan Pembangunan Rumah Cepat, Murah, Berkualitas, serta Ramah Lingkungan” dalam ajang IQPC di Bangkok.
Anggota Tim SEPABLOCK, Akhrilman Hasan, mengatakan tampil di kompetisi internasional menjadi pengalaman berharga bagi tim. Selain menguji kemampuan, momentum tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan inovasi PT Semen Padang kepada peserta dari berbagai negara.
“Bagi kami, ini merupakan kesempatan untuk membawa dan memperkenalkan karya anak negeri dari PT Semen Padang ke panggung internasional,” ujar Akhrilman yang hadir bersama anggota SEPABLOCK lainnya, Darwan dan Junaidi.
Ia menyebut SEPABLOCK sebelumnya telah memperoleh predikat Platinum pada SPIE dan Diamond ketika mengikuti TKMPN.
Menurut Akhrilman, keberhasilan dalam dua kompetisi tersebut menjadi tambahan motivasi bagi tim untuk memberikan performa terbaik saat tampil di IQPC.
SEPABLOCK sendiri merupakan produk bata interlock yang dikembangkan sebagai solusi konstruksi untuk membuat proses pembangunan rumah menjadi lebih cepat. Produk tersebut juga dirancang agar penggunaan material lebih efisien dibandingkan metode pembangunan konvensional.
Selain menawarkan efisiensi dalam proses pembangunan, SEPABLOCK memiliki karakteristik yang mendukung konstruksi bangunan di daerah yang memiliki risiko gempa.
“SEPABLOCK dikembangkan sebagai bata interlock yang dapat membantu mempercepat pembangunan rumah sekaligus menghemat penggunaan material. Sistemnya juga memiliki karakteristik yang mendukung pembangunan di daerah rawan gempa, sehingga relevan untuk diterapkan di wilayah seperti Sumatera Barat,” kata Akhrilman.(da*)


