Notification

×

Iklan

Dinkes Padang Integrasikan Tracing TB dengan Cek Kesehatan Gratis

Rabu, 02 September 2026 | 15:21 WIB Last Updated 2026-09-02T08:21:00Z

Dinas Kesehatan Kota Padang kegiatan tracing TB Cek Kesehatan Gratis (CKG)

Padang, Rakyatterkini.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang terus meningkatkan upaya pencegahan untuk menekan penyebaran tuberkulosis (TB). Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggabungkan kegiatan penelusuran kasus atau tracing TB dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Padang, dr. Dessy M. Siddik, mengatakan program tersebut bertujuan menemukan sedini mungkin masyarakat yang telah terpapar TB maupun mereka yang mempunyai risiko tinggi tertular.

Program penelusuran tersebut mulai dilaksanakan sejak 19 Agustus 2026 dan direncanakan berjalan hingga pertengahan November mendatang. Pelaksanaannya mencakup 104 kelurahan yang berada di seluruh wilayah Kota Padang.

Saat ditemui pada Selasa (1/9/2026), dr. Dessy menjelaskan jumlah lokasi pemeriksaan atau lokus di setiap kelurahan ditentukan berdasarkan kondisi serta temuan kasus TB di wilayah masing-masing.

"Di Kota Padang kita mendapat 242 lokus. Setiap lokus akan melibatkan sekitar 100 orang dengan kriteria memiliki riwayat kontak dengan penderita TBC atau memiliki faktor risiko terinfeksi TBC. Mereka akan kita lakukan pemeriksaan kesehatan," kata Dessy.

Pelaksanaan di lapangan melibatkan petugas kesehatan bersama perangkat kelurahan dan kader kesehatan. Mereka melakukan penelusuran terhadap warga yang diketahui pernah melakukan kontak erat dengan pasien TB yang telah dinyatakan positif.

Penelusuran tersebut tidak hanya menyasar anggota keluarga. Orang-orang yang pernah berinteraksi dengan pasien, seperti tetangga, rekan kerja, teman sekolah, maupun pihak lain yang memiliki kontak dekat juga menjadi sasaran pemeriksaan.

"Dari pasien TB yang sudah positif, kita telusuri siapa saja yang pernah berkontak, baik tetangga, teman di tempat kerja, teman sekolah, maupun orang yang pernah berinteraksi dengan pasien. Dari sana kita lakukan pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut," jelasnya.

Warga yang berdasarkan pemeriksaan awal menunjukkan gejala atau memiliki dugaan kuat terinfeksi TB akan menjalani pemeriksaan lanjutan berupa tes dahak. Jika hasil pemeriksaan menyatakan positif, pasien akan segera mendapatkan pengobatan dan layanan medis tanpa dipungut biaya.

Sementara itu, warga yang hasil pemeriksaannya negatif tetap mendapatkan pendampingan berupa edukasi. Petugas memberikan informasi mengenai cara mencegah penularan sekaligus menjelaskan bagaimana TB dapat menyebar di lingkungan masyarakat.

Dessy mengingatkan masyarakat agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat karena TB dapat menular melalui percikan dari saluran pernapasan. Masyarakat juga diminta menerapkan etika saat batuk atau bersin, termasuk menutup hidung dan mulut serta tidak membuang dahak sembarangan.

Selain itu, kondisi rumah juga perlu diperhatikan. Sirkulasi udara yang baik dan paparan sinar matahari yang cukup dinilai penting untuk membantu menciptakan lingkungan tempat tinggal yang lebih sehat.

Menurut Dessy, keberhasilan upaya memutus rantai penularan TB sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat. Karena itu, warga yang menjadi sasaran pemeriksaan diharapkan bersedia mengikuti program yang telah disiapkan Dinkes Padang.

"Harapan kami masyarakat yang dipilih untuk memeriksakan diri dapat meluangkan waktu untuk datang. Kalau memang sudah tertular, segera kita obati sehingga tidak menularkan kepada yang lain. Dengan begitu, penularan TB bisa kita putus dan kasus-kasus baru yang ditemukan dapat segera ditangani," pungkasnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update