Pasaman, Rakyatterkini.com — Perum BULOG terus memperluas kerja sama dengan petani dan pelaku usaha penggilingan sebagai bagian dari upaya menyerap hasil produksi pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di daerah.
Salah satu kerja sama tersebut dilakukan bersama petani di Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman. Helmantina, petani yang berdomisili di Barilas Kilir, Jorong Perdamaian, Nagari Simpang Tonang, menyambut baik kemitraan jual beli gabah yang dijalankan bersama BULOG.
Melalui kerja sama itu, gabah hasil panen petani diserap oleh BULOG dengan harga Rp6.500 per kilogram. Menurut Helmantina, kepastian penyerapan tersebut memberikan dampak positif bagi petani karena hasil panen memiliki pasar yang jelas.
Ia berharap kemitraan tersebut dapat terus berlangsung dan semakin memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat setempat.
“Terima kasih, kami merasa senang bisa bekerja sama dalam jual beli gabah dengan BULOG. Mudah-mudahan kerja sama ini terus berlanjut sehingga bisa membantu meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah kami,” kata Helmantina, Kamis (10/9).
Kerja sama antara BULOG dan petani menjadi salah satu upaya untuk memastikan hasil panen tetap terserap. Dengan tersedianya akses pasar, petani memiliki kepastian dalam menyalurkan gabah setelah masa panen sekaligus turut menggerakkan aktivitas ekonomi di tingkat lokal.
Tidak hanya bekerja sama dengan petani, BULOG juga melibatkan mitra maklon atau usaha penggilingan untuk mengolah gabah menjadi beras sesuai standar mutu yang ditetapkan. Kolaborasi tersebut berlangsung dalam satu rangkaian, mulai dari pengadaan gabah hasil panen hingga proses penggilingan menjadi beras.
Penguatan sinergi tersebut dilakukan untuk memastikan produksi petani dapat terserap secara optimal sekaligus mendukung ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Ke depan, kolaborasi antara BULOG, petani, dan mitra penggilingan diharapkan semakin berkembang. Bagi petani, kemitraan ini membuka akses pasar yang lebih pasti, sedangkan bagi BULOG menjadi bagian dari strategi memperkuat cadangan serta ketahanan pangan nasional.
Dengan hubungan kemitraan yang terus dibangun, hasil pertanian dari daerah diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi petani sekaligus berkontribusi terhadap terjaganya pasokan pangan secara berkelanjutan.(da*)


