Notification

×

Iklan

Bahlil Ungkap Penyebab Antrean SPBU Makassar

Senin, 14 September 2026 | 22:21 WIB Last Updated 2026-09-14T15:21:00Z

Antrean kendaraan untuk mendapatkan BBM terjadi di sejumlah SPBU 

Jakarta, Rakyatterkini.com — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan penjelasan terkait antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU di Makassar. Ia menyebut perpindahan sebagian masyarakat dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi menjadi salah satu faktor yang menyebabkan antrean mengular.

Menurut Bahlil, meningkatnya harga BBM nonsubsidi membuat sejumlah konsumen yang sebelumnya tidak menggunakan BBM subsidi memilih beralih ke Pertalite. Perubahan pola konsumsi tersebut kemudian mendorong kenaikan permintaan BBM subsidi di sejumlah wilayah, termasuk Makassar.

“Masalahnya sekarang banyak masyarakat yang sebelumnya tidak menggunakan BBM subsidi kemudian beralih karena harganya naik. Itu yang terjadi di sebagian wilayah Makassar,” ujar Bahlil di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Meski terjadi antrean, Bahlil memastikan kondisi tersebut tidak berkaitan dengan menipisnya stok BBM secara nasional. Ia menegaskan persediaan BBM pemerintah masih berada dalam kondisi aman.

“Cadangan nasional kita 20 hari. Jadi seharusnya tidak masuk akal kalau sampai terjadi antrean,” katanya.

Selain meningkatnya permintaan, pemerintah juga menemukan dugaan penyalahgunaan BBM subsidi melalui kendaraan yang menggunakan tangki bahan bakar berkapasitas besar hasil modifikasi.

Bahlil menyebut sejumlah kendaraan, mulai dari mobil berukuran besar hingga truk, diduga telah dilengkapi tangki tambahan dengan kapasitas yang jauh melebihi standar. Bahkan, ia mengungkap adanya kendaraan yang mampu menampung BBM hingga ratusan liter.

“Ada mobil seperti Pajero dan truk yang dibuatkan tangki berukuran besar, bahkan kapasitasnya bisa mencapai 700 liter hingga satu ton,” ungkapnya.

Menurut Bahlil, praktik pengisian BBM subsidi dalam jumlah besar tersebut ikut memperpanjang antrean di SPBU. Karena itu, ia mengajak masyarakat turut mengawasi penyaluran BBM subsidi agar tidak dimanfaatkan secara tidak semestinya.

Ia juga menyoroti kebiasaan sebagian pengguna kendaraan yang tetap mengisi BBM meskipun bahan bakar di dalam tangki kendaraannya belum benar-benar habis.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update