Jakarta, Rakyatterkini.com — Amerika Serikat (AS) disebut menawarkan dukungan kepada Arab Saudi dalam menghadapi kelompok Houthi di Yaman. Tawaran tersebut muncul di tengah meningkatnya serangan Houthi yang dikenal memiliki hubungan dengan Iran.
Mengutip sejumlah pejabat AS, stasiun televisi ABC melaporkan bahwa militer AS untuk sementara tidak akan turun langsung dalam operasi serangan terhadap Houthi. Washington disebut hanya akan memberikan bantuan kepada Arab Saudi.
Namun, kebijakan tersebut masih dapat berubah apabila kondisi di kawasan semakin memburuk. Salah satu perhatian utama AS adalah kemungkinan meningkatnya ketegangan di Laut Merah yang merupakan jalur strategis bagi distribusi energi global.
Kepala Komando Pusat AS (Centcom), Laksamana Brad Cooper, diketahui melakukan kunjungan ke Arab Saudi pada Jumat (11/9/2026). Kunjungan itu dilakukan untuk menghadiri pertemuan koordinasi darurat yang membahas serangkaian serangan Houthi.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump dikabarkan tidak menyetujui permintaan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) agar Washington melancarkan serangan terhadap Houthi di Yaman.
Menurut laporan Axios yang mengutip beberapa pejabat AS, MBS bahkan telah dua kali menghubungi Trump pada Kamis (10/9/2026). Dalam pembicaraan tersebut, MBS disebut meminta AS mengambil tindakan militer terhadap Houthi.
Akan tetapi, para pejabat AS menyebut Trump menolak permintaan tersebut. Alasannya, pemerintah AS saat ini belum memiliki rencana untuk terlibat secara langsung dalam konflik antara Houthi dan pasukan yang didukung Arab Saudi.
Sejak pertengahan Juli, Houthi diketahui aktif melakukan operasi militer menghadapi pasukan pemerintah Yaman yang memperoleh dukungan dari Arab Saudi. Pertempuran berlangsung di sejumlah wilayah Yaman.
Pejabat senior Houthi, Khuzam Al Assad, mengatakan kepada kantor berita Rusia RIA Novosti bahwa kelompoknya telah mengambil alih Kota Mocha serta sejumlah pulau di kawasan Laut Merah.
Dalam perkembangan terakhir, Houthi juga disebut berhasil menguasai Pulau Perim yang berada di kawasan Selat Bab Al Mandab.
Penguasaan Selat Bab Al Mandab dapat memberikan posisi strategis bagi Houthi dan berpotensi menguntungkan Iran dalam menghadapi tekanan serta konflik dengan AS. Selat tersebut merupakan jalur pelayaran penting yang menghubungkan kawasan Laut Merah dengan perairan menuju Samudra Hindia.
Jika akses terhadap jalur tersebut terganggu, arus pengiriman energi melalui salah satu koridor perdagangan utama dunia dapat ikut terdampak. Kondisi itu berpotensi menekan pasokan energi global sekaligus mendorong kenaikan harga minyak dunia.(da*)


