Notification

×

Iklan

25 Titik Panas Terdeteksi di Sumbar, GAW, Tingkat Kepercayaan Masih Menengah

Rabu, 02 September 2026 | 20:49 WIB Last Updated 2026-09-02T13:49:00Z

Penampakan polutan udara di Kota Padang

Padang, Rakyatterkini.com — Sebanyak 25 titik panas (hotspot) terdeteksi di sejumlah daerah di Sumatera Barat (Sumbar) berdasarkan pemantauan Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Koto Tabang, Kabupaten Agam, Rabu (2/9/2026).

Kepala Stasiun GAW Bukit Koto Tabang, Sugeng Nugroho, mengatakan puluhan hotspot tersebut terpantau dalam pengamatan yang dilakukan pada Rabu pagi.

Titik panas itu tersebar di beberapa daerah, di antaranya Kabupaten Pasaman, Sijunjung, Dharmasraya serta sejumlah wilayah lainnya.

Meski demikian, Sugeng menjelaskan tingkat kepercayaan terhadap data hotspot tersebut masih berada pada kategori menengah. Artinya, peluang titik panas tersebut berkembang menjadi kebakaran atau titik api relatif rendah.

"Kalau tingkat kepercayaannya menengah, kemungkinan titik panas itu berkembang menjadi titik api cukup kecil," jelas Sugeng.

Selain memantau keberadaan hotspot, GAW Bukit Koto Tabang juga melakukan pengamatan terhadap kondisi polutan yang terdapat di atmosfer Sumbar.

Dari hasil pemantauan, polutan yang berada di udara Sumbar diduga tidak seluruhnya berasal dari wilayah provinsi tersebut. Sebagian polutan berpotensi terbawa dari daerah lain di sekitar Sumatera.

"Polutan juga bisa berasal dari wilayah tetangga seperti Jambi, Sumatera Selatan, maupun Riau," ujarnya.

Sugeng menyebutkan, keberadaan asap di Pulau Sumatera saat ini lebih jelas terlihat di kawasan Sumatera Selatan, Jambi dan Riau.

Sementara itu, pola angin di Sumbar dinilai cukup dinamis dan dapat berubah dari waktu ke waktu. Saat ini, arah angin yang dominan berasal dari sektor timur atau tenggara.

"Dominannya memang angin timuran, artinya angin bergerak dari tenggara. Bisa juga berasal dari timur maupun selatan Sumatera Barat," katanya.

Mengenai perkembangan jumlah hotspot dibandingkan hari sebelumnya, Sugeng mengaku belum memperoleh data terbaru untuk dilakukan perbandingan.

Namun, ia menyebut jumlah titik panas di Sumbar sempat mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir. Bahkan, pada Minggu atau Senin sebelumnya, tidak ditemukan hotspot di wilayah Sumbar berdasarkan hasil pemantauan saat itu.

"Beberapa hari lalu sempat turun. Kalau tidak salah Minggu atau Senin Sumatera Barat sempat clear, tetapi hari ini titik panas kembali terpantau," tuturnya.

Menurut Sugeng, munculnya kembali hotspot tidak terlepas dari perubahan kondisi cuaca. Hujan yang turun dalam beberapa hari sebelumnya dapat membantu mengurangi potensi munculnya titik panas.

Akan tetapi, curah hujan mulai berkurang di sejumlah wilayah Sumbar. Daerah seperti Pasaman, Agam dan Pariaman masih memiliki peluang hujan, sedangkan kawasan bagian timur Sumbar, termasuk Tanah Datar, Limapuluh Kota, Sijunjung dan Dharmasraya, diperkirakan memiliki peluang hujan yang lebih rendah.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update