Notification

×

Iklan

17 Rumah Warga Simpang Tonang Terdampak Banjir

Minggu, 20 September 2026 | 11:45 WIB Last Updated 2026-09-20T04:45:00Z

17 Rumah di Pasaman Terendam Banjir

Pasaman, Rakyatterkini.com — Sebanyak 17 rumah warga di Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, terdampak banjir akibat hujan deras yang menyebabkan sungai meluap pada Jumat (18/9/2026) sore.

Banjir tidak hanya menggenangi permukiman, tetapi juga berdampak pada lahan pertanian, peternakan, serta mengganggu jaringan air bersih di sejumlah wilayah.

Berdasarkan pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman, rumah warga yang terdampak tersebar di dua lokasi. Sebanyak tujuh rumah berada di Kampung Parit dan 10 rumah lainnya di kawasan Tolang Dolok.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasaman, Mardianto, mengatakan kondisi banjir saat ini sudah berangsur surut. Meski demikian, terdapat dua rumah yang mengalami kerusakan cukup parah sehingga belum dapat ditempati oleh penghuninya.

"Dari belasan rumah yang terdampak, dua rumah tidak bisa dihuni sementara. Saat ini kondisi air sudah surut," ujar Mardianto, Sabtu (19/9/2026).

Dua rumah tersebut masing-masing milik Ndek Adit yang berada di Kampung Parit dan Ndek Yoga di kawasan Jembatan Pasar Simpang Tonang.

Rumah milik Ndek Adit dihuni oleh empat orang. Karena kondisi bangunan tidak memungkinkan untuk ditempati, seluruh penghuni memilih mengungsi sementara ke rumah keluarga.

Mardianto memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir tersebut. Seluruh warga yang berada di lokasi berhasil menyelamatkan diri.

"Seluruh penghuni berhasil selamat dan untuk sementara mereka mengungsi di rumah kerabat," katanya.

Dampak banjir juga dirasakan warga di sektor pertanian dan peternakan. Selain itu, fasilitas jaringan air bersih di beberapa titik Kampung Parit mengalami gangguan akibat terdampak banjir.

BPBD memperkirakan sekitar lima hektare lahan pertanian ikut terdampak. Lahan tersebut mayoritas dimanfaatkan masyarakat untuk membudidayakan tanaman padi dan jagung.

Pasca kejadian, BPBD Kabupaten Pasaman mengimbau masyarakat di Nagari Simpang Tonang tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Warga juga diminta meningkatkan kehati-hatian saat beraktivitas, terutama jika hujan deras kembali terjadi.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update