Notification

×

Iklan

14.809 Warga Lumajang Terdampak Krisis Air

Minggu, 13 September 2026 | 05:54 WIB Last Updated 2026-09-12T22:54:00Z

Krisis air bersih Lumajang berdampak pada 14.809 warga 

Jakarta, Rakyatterkini.com — Krisis air bersih selama musim kemarau berdampak terhadap 14.809 warga di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Mereka berada di 12 desa yang tersebar pada empat kecamatan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang masih menyalurkan bantuan air bersih secara bertahap. Hingga 10 September 2026, distribusi telah dilakukan di 191 titik dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat serta situasi di masing-masing wilayah.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kabupaten Lumajang, Yudhi Cahyono, menyampaikan bahwa pengiriman air bersih terus dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga yang terdampak kekeringan.

Menurut Yudhi, penyaluran dilakukan secara menyesuaikan kondisi lapangan sehingga pasokan dapat diberikan kepada wilayah yang membutuhkan.

"Distribusi air bersih terus kami lakukan ke daerah yang terdampak. Penyalurannya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi di lapangan agar ketersediaan air tetap dapat terpenuhi," ujar Yudhi, Sabtu (12/9/2026).

Ia menjelaskan, kekurangan air terjadi setelah debit sejumlah sumber air yang biasa digunakan masyarakat mengalami penurunan. Selain itu, cadangan air hujan yang sebelumnya disimpan warga di dalam tandon juga semakin berkurang dan sebagian sudah tidak tersedia.

Akibatnya, masyarakat di sejumlah daerah harus mendapatkan pasokan air dari pemerintah untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari selama periode kemarau.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Lumajang telah menetapkan status tanggap darurat untuk bencana kekeringan, krisis air bersih, dan kebakaran hutan selama 90 hari. Masa tanggap darurat tersebut berlangsung sejak 10 Juli hingga 7 Oktober 2026.

BPBD Lumajang juga mengidentifikasi 19 desa di enam kecamatan yang dinilai memiliki potensi mengalami kekeringan. Pemetaan dilakukan sebagai langkah antisipasi sekaligus untuk mempercepat penanganan apabila kondisi di wilayah tersebut memburuk.

Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan curah hujan pada periode September hingga November 2026 masih tergolong rendah.

Situasi tersebut membuat penyaluran air bersih diperkirakan masih diperlukan di sejumlah wilayah Kabupaten Lumajang. BPBD akan terus menyesuaikan distribusi bantuan dengan kondisi terkini serta kebutuhan warga di lapangan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update