Notification

×

Iklan

Wagub Vasko Pimpin Evakuasi Korban Banjir Padang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:18 WIB Last Updated 2026-08-04T20:18:00Z

Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy memimpin langsung proses evakuasi warga

Padang, Rakyatterkini.com – Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, memimpin langsung evakuasi warga yang terdampak banjir di kawasan Parak Jambu, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, pada Senin (3/8/2026) malam.

Banjir di lokasi tersebut mencapai ketinggian setara dada orang dewasa. Akibatnya, sejumlah warga terpaksa bertahan di lantai dua rumah mereka, sementara sebagian lainnya berusaha menyelamatkan diri dengan menembus arus menuju tempat yang lebih aman.

Dalam proses penyelamatan, Vasko bersama personel Basarnas dan BPBD menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi warga. Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta kelompok rentan menjadi prioritas utama dalam proses tersebut.

Evakuasi berlangsung hingga Selasa (4/8/2026) dini hari. Warga yang berhasil dievakuasi kemudian dipindahkan ke sebuah masjid yang difungsikan sebagai lokasi pengungsian sementara karena berada di area yang aman dari genangan banjir.

Vasko menjelaskan, proses evakuasi dilakukan secara bertahap karena jumlah perahu yang tersedia masih terbatas. Meski demikian, ia memastikan seluruh warga akan dievakuasi dan kebutuhan dasar para pengungsi segera dipenuhi.

Ia menegaskan tidak boleh ada warga yang tertinggal di wilayah yang masih berisiko terdampak banjir. Pemerintah, kata dia, akan terus berupaya memberikan perlindungan sekaligus memastikan bantuan bagi para pengungsi dapat segera disalurkan.

Selain memimpin evakuasi, Vasko juga memastikan Pemerintah Provinsi Sumbar terus menjalin koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, BPBD, Basarnas, TNI, Polri, serta para relawan agar penanganan bencana berjalan cepat dan terpadu.

Sebelum menuju lokasi banjir, Vasko lebih dulu berkoordinasi dengan BMKG Minangkabau untuk mengetahui penyebab hujan deras yang melanda sebagian besar wilayah Sumatera Barat sejak Senin siang.

Berdasarkan penjelasan BMKG, cuaca ekstrem kali ini tidak dipicu oleh siklon tropis seperti yang terjadi pada November tahun lalu. Hujan lebat disebabkan oleh terbentuknya pola awan memanjang di wilayah barat Pulau Sumatera yang diperkuat oleh fenomena konvergensi atau pertemuan massa udara, sehingga pertumbuhan awan hujan menjadi lebih intens.

BMKG juga memprediksi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di sejumlah daerah di Sumatera Barat dalam dua hingga tiga hari mendatang.

Menghadapi kondisi tersebut, Vasko mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan banjir, bantaran sungai, dan lereng perbukitan, agar meningkatkan kewaspadaan. Ia meminta warga segera mengungsi apabila debit air mulai meningkat atau muncul tanda-tanda longsor, serta selalu mengikuti arahan petugas demi keselamatan.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga akan terus memantau perkembangan cuaca bersama BMKG dan memastikan seluruh personel serta peralatan penanggulangan bencana tetap dalam kondisi siaga untuk merespons setiap potensi keadaan darurat dengan cepat.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update