Notification

×

Iklan

UNAND Gandeng Pakar NUS Kembangkan Teknologi Kesehatan

Jumat, 07 Agustus 2026 | 07:22 WIB Last Updated 2026-08-07T00:23:37Z

Unand secara resmi membuka pelaksanaan Program Diaspora

Padang, Rakyatterkini.com - Universitas Andalas (UNAND) menjalin kerja sama riset internasional dengan akademisi diaspora Indonesia yang berkiprah di National University of Singapore (NUS), Prof. Andrivo Rusydi. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari Program Diaspora Berdampak yang mendapat dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Kerja sama ini diarahkan untuk mengembangkan teknologi kesehatan yang lebih inklusif melalui pemanfaatan kekayaan sumber daya alam Sumatra. Penelitian berfokus pada pengembangan material cerdas (smart materials) dan sistem cerdas yang diharapkan dapat menghasilkan teknologi medis dengan biaya lebih terjangkau dan mudah diakses masyarakat.

Riset tersebut dipimpin oleh dosen Fakultas Teknik UNAND, Prof. Dr. Muhammad Ilhamdi Rusydi. Melalui program ini, tim peneliti menargetkan lahirnya inovasi yang tidak hanya bermanfaat bagi dunia kesehatan, tetapi juga mampu memperkuat posisi UNAND dalam jejaring penelitian internasional.

Wakil Rektor IV UNAND, Prof. Henmaidi, saat membuka kegiatan di Ruang Sidang Senat UNAND, Padang, Rabu (5/8/2026), menyampaikan harapannya agar kolaborasi ini menghasilkan penelitian yang memberi manfaat nyata, memperluas kerja sama global, sekaligus meningkatkan kualitas publikasi ilmiah dan inovasi kampus di tingkat internasional.

Sebelum seremoni pembukaan dilaksanakan, tim peneliti bersama Prof. Andrivo telah lebih dulu menjalankan sejumlah kegiatan teknis di Padang. Agenda awal meliputi peninjauan laboratorium, pembahasan fasilitas penelitian, serta penyusunan peta jalan (roadmap) riset bersama sebagai dasar pelaksanaan program.

Dekan Fakultas Teknik UNAND juga menegaskan komitmennya agar kerja sama tersebut tidak berhenti setelah program berlangsung selama dua pekan. Menurutnya, kemitraan ini diharapkan berkembang menjadi kolaborasi riset jangka panjang yang mampu meningkatkan rekognisi internasional Universitas Andalas.

Selain melibatkan NUS sebagai mitra utama, penelitian bertajuk Penguatan Roadmap Kolaborasi Riset Smart Materials dan Sistem Cerdas untuk Teknologi Kesehatan Inklusif Berbasis Potensi Sumatera turut menggandeng peneliti dari Universitas Bung Hatta dan Universitas Mercu Bakti Jaya.

Selama 14 hari pelaksanaan Program Diaspora Berdampak, peserta akan mengikuti berbagai lokakarya dan diskusi kelompok terarah (FGD). Salah satu materi yang menjadi perhatian adalah pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan kualitas penyusunan proposal riset serta publikasi ilmiah pada jurnal internasional bereputasi.

Melalui inisiatif Kemdiktisaintek tersebut, pemerintah berharap para ilmuwan diaspora dapat berkontribusi lebih besar terhadap pengembangan ekosistem riset nasional. Program ini juga diharapkan mampu mengurangi fenomena brain drain dengan memperkuat kolaborasi antara peneliti Indonesia di luar negeri dan institusi dalam negeri.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update