Notification

×

Iklan

Unand Cetak Doktor Baru dengan Riset AI untuk Kognitif Anak

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:22 WIB Last Updated 2026-08-01T13:22:00Z

Doktor Unand Kembangkan Model AI 

Padang, Rakyatterkini.com - Universitas Andalas (Unand) kembali menambah daftar lulusan doktor melalui keberhasilan dr. Ulya Uti Fasrini, M.Biomed, yang resmi meraih gelar Doktor ke-123 pada Program Studi Kesehatan Masyarakat, Program Doktor Fakultas Kedokteran Unand. 

Gelar tersebut diperoleh setelah ia sukses mempertahankan disertasinya dengan predikat Sangat Memuaskan dalam Sidang Promosi Doktor yang berlangsung di Aula Syaaf, Kamis (30/7/2026).

Sidang promosi dipimpin oleh Nelmi Silvia dengan promotor Prof. dr. Nur Indrawaty Lipoeto. Sementara itu, dr. Nur Afrainin Syah, Subsp.FOMC dan Joserizal Serudji, Sp.OG., Subsp.KFM bertindak sebagai ko-promotor. Tim penguji berasal dari berbagai bidang keilmuan, mulai dari kesehatan masyarakat, gizi, kesehatan anak, psikologi hingga kecerdasan buatan.

Dalam disertasinya yang berjudul "Model Prediksi Skala Penuh Intelligence Quotient Anak Usia 6–8 Tahun pada Lima Kota/Kabupaten di Sumatra Barat", dr. Ulya memperkenalkan model prediksi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk membantu memahami perkembangan kognitif anak sejak sebelum kelahiran hingga usia sekolah.

Penelitian tersebut dilatarbelakangi oleh masih dominannya pendekatan layanan kesehatan anak yang berfokus pada penanganan setelah muncul gangguan perkembangan. Padahal, perkembangan otak anak telah dimulai sejak masa pra-konsepsi dan kehamilan sehingga diperlukan upaya pencegahan dan optimalisasi sejak dini.

Riset longitudinal yang dilakukan melibatkan 120 pasangan ibu dan anak di lima daerah di Sumatra Barat. Berbeda dari penelitian sebelumnya, studi ini menggabungkan berbagai faktor, seperti kondisi biologis ibu, status gizi, pola pengasuhan, pertumbuhan anak, hingga lingkungan keluarga dalam satu model prediksi menggunakan teknologi Machine Learning.

Melalui algoritma Ridge Regression, model tersebut mampu menjelaskan sekitar 57,82 persen variasi kapasitas kognitif anak atau Full Scale Intelligence Quotient (FSIQ). Selain itu, pendekatan Explainable Artificial Intelligence (XAI) dengan metode SHAP memungkinkan sistem menjelaskan faktor-faktor yang paling memengaruhi hasil prediksi secara transparan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan kognitif anak dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan sepanjang siklus kehidupan. Beberapa di antaranya adalah asupan gizi ibu pada trimester pertama kehamilan, pertumbuhan tinggi badan dan lingkar kepala anak, kondisi sosial ekonomi keluarga, kepercayaan diri orang tua dalam mengasuh, serta kualitas hubungan emosional antara orang tua dan anak.

Menurut dr. Ulya, temuan tersebut menegaskan bahwa investasi terhadap kualitas sumber daya manusia harus dimulai sejak sebelum anak lahir. Ia berharap pemanfaatan kecerdasan buatan dapat menjadi alat bantu bagi keluarga dalam memahami serta mengoptimalkan potensi anak sejak usia dini, bukan sebagai sarana untuk memberi label terhadap kemampuan mereka.

Sebagai tindak lanjut dari hasil risetnya, dr. Ulya juga mengembangkan konsep ULYA (Utamakan Langkah Optimalisasi Generasi Hebat Berdaya), sebuah platform digital berbasis AI yang dirancang mendampingi keluarga mulai dari masa pra-konsepsi hingga anak berusia delapan tahun.

Platform tersebut dikembangkan sebagai sistem pendukung keputusan yang membantu orang tua memantau pertumbuhan anak secara berkelanjutan, memahami faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan kognitif, sekaligus menyediakan edukasi dan rekomendasi yang disesuaikan dengan kondisi ibu maupun anak.

Tim penguji memberikan apresiasi terhadap gagasan hilirisasi penelitian tersebut. Mereka menilai ULYA memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi inovasi yang mampu menghubungkan hasil penelitian akademik dengan penerapan nyata di masyarakat, khususnya dalam mendukung tumbuh kembang anak dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Melalui keberhasilan penelitian ini, Universitas Andalas kembali menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya memperkaya ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan solusi bagi tantangan pembangunan kesehatan dan peningkatan kualitas generasi Indonesia.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update
-->