Jakarta, Rakyatterkini.com - Kecelakaan tragis terjadi di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Lingkungan Pasiran, Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Minggu (2/8/2026) sore. Sebuah truk Mitsubishi bertabrakan dengan Kereta Api Putri Deli yang melayani rute Medan–Tanjungbalai.
Insiden tersebut menyebabkan sopir truk meninggal dunia, seorang penumpang kereta mengalami luka-luka, serta mengganggu operasional perjalanan kereta karena lokomotif dan satu kereta bagasi sempat keluar dari rel.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, truk Mitsubishi tanpa pelat nomor itu dikemudikan Busito (56), warga Dusun Gotong Royong, Desa Pasar Miring, Kecamatan Pagar Merbau, Kabupaten Deli Serdang. Truk melaju dari kawasan Tangkahan Galian C menuju jalan utama.
Saat melintasi rel kereta yang tidak dilengkapi palang pengaman, pengemudi diduga langsung menyeberang tanpa memastikan kondisi jalur aman.
Pada saat bersamaan, KA Putri Deli yang dikemudikan masinis Roni Setiawan datang dari arah Medan menuju Tanjungbalai hingga menghantam bagian kiri bak truk. Benturan keras membuat kendaraan ringsek dan terpental dari jalur rel.
Kepala Seksi Humas Polres Serdang Bedagai, AKP Bringin Jaya, mengatakan hasil penyelidikan awal mengindikasikan kecelakaan dipicu oleh kelalaian pengemudi truk saat melintasi perlintasan kereta.
Menurutnya, pengemudi diduga tidak memperhatikan kedatangan KA Putri Deli ketika hendak menyeberang dari arah Tangkahan Galian C menuju jalan raya sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.
Akibat kecelakaan itu, Busito mengalami luka serius berupa robekan di kepala, memar di bagian dada, dan patah tulang pada tangan kanan. Ia sempat mendapatkan perawatan di RS Melati Perbaungan, namun akhirnya meninggal dunia.
Selain korban jiwa, seorang penumpang KA Putri Deli bernama Viona Siahaan (21), warga Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, mengalami luka bakar akibat terkena air panas saat benturan terjadi. Saat ini korban masih menjalani perawatan di RSU Melati Perbaungan.
Dari hasil pemeriksaan, petugas juga tidak menemukan surat izin mengemudi (SIM) maupun surat tanda nomor kendaraan (STNK) yang sah pada truk tersebut.
Sementara itu, Manajer Humas PT KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menjelaskan benturan menyebabkan satu as roda lokomotif dan satu as roda kereta bagasi keluar dari rel sehingga perjalanan KA Putri Deli terhenti.
Pihak KAI segera mengirim lokomotif pengganti beserta kereta penolong dari Stasiun Medan. Proses evakuasi berhasil diselesaikan sekitar pukul 19.04 WIB setelah lokomotif dan kereta bagasi kembali berada di jalur rel.
Lokomotif yang mengalami kerusakan kemudian dibawa ke Balai Yasa Pulubrayan untuk diperbaiki, sedangkan rangkaian KA Putri Deli ditarik ke Stasiun Medan guna menjalani pemeriksaan teknis lebih lanjut.
Selama proses penanganan berlangsung, KAI menerapkan rekayasa operasional dengan menyediakan bus bagi para penumpang. Sebanyak 630 penumpang tujuan Tebing Tinggi, Kisaran, dan Tanjungbalai diberangkatkan menggunakan 10 bus dari Stasiun Lubuk Pakam menuju Stasiun Perbaungan. Selain itu, 550 penumpang tujuan Medan juga diangkut menggunakan bus dari Perbaungan.
Meski sempat mengganggu jadwal perjalanan kereta, KA Putri Deli yang dijadwalkan berangkat dari Medan pukul 19.05 WIB tetap diberangkatkan menggunakan rangkaian cadangan. Sementara itu, perjalanan KA Sribilah Utama rute Medan–Rantauprapat mengalami keterlambatan akibat insiden tersebut.
KAI menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas gangguan yang terjadi dan menegaskan komitmennya untuk segera memulihkan operasional jalur serta memastikan seluruh penumpang dapat melanjutkan perjalanan dengan aman.(da*)


