Notification

×

Iklan

Semarak HUT RI ke-81, Teh Talua 'For Cintaku' Raih Juara II Lomba Antar Wartawan

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:37 WIB Last Updated 2026-08-16T01:37:09Z

Dewan juri berdikusi untuk menentukan pemenang lomba teh talua.

Padang, Rakyatterkini.com - Suasana semarak mewarnai Kantor PWI Sumbar, Sabtu (15/8/2026) pagi. Keluarga besar wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat larut dalam kemeriahan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia melalui berbagai perlombaan.

Kegiatan tersebut semakin meriah dengan kehadiran sejumlah perwakilan PWI kabupaten/kota se-Sumbar. Anggota PWI bersama Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Sumbar ikut ambil bagian dan menunjukkan semangat serta kekompakan dalam berbagai perlombaan.

Salah satu lomba yang paling menarik perhatian dan dinanti-nanti adalah lomba membuat Teh Talua, minuman khas Minangkabau yang lekat dengan tradisi masyarakat Sumatera Barat.

Para peserta dituntut tak hanya piawai meracik Teh Talua, tetapi juga menyajikannya dengan kreativitas masing-masing. Suasana pun semakin meriah ketika peserta mulai menunjukkan "perjuangannya" meracik minuman tradisional tersebut.

Teh Talua merupakan minuman yang telah diwariskan secara turun-temurun dalam budaya Minangkabau. Minuman ini lazim ditemukan di lapau-lapau tradisional dan dikenal luas sebagai salah satu minuman khas Sumatera Barat.

Bagi masyarakat Minang, Teh Talua bukan sekadar minuman, tetapi juga bagian dari tradisi dan kehidupan sosial masyarakat. Minuman ini juga kerap dipercaya dapat membantu meningkatkan stamina.

Proses pembuatan teh talua, panitia menyediakan bahan dasar berupa telur itik, gula, susu, coklat, garam, teh.

Dua penikmat Teh Talua, Rusdi Bais (Angggota DKP PWI Sumbar) dan Firdaus Abie (Sekretaris PWI Sumbar) didaulat panitia menjadi juri.

Kedua juri, sebelum mengumumkan standar penilaian. Tak hanya dari rasa, tetapi juga dari proses mengolah hingga penyajian penyajian. 

Disaat penjurian, keduanya memberi catatan terhadap semua teh talua yang diterima juri. Semua peserta menerima masukan yang disampaikan. 

Juri lomba, Rusdi Bais, mengatakan penilaian terhadap racikan peserta dilakukan berdasarkan sejumlah poin yang telah ditetapkan panitia. Setelah mencicipi hasil racikan para peserta, juri akhirnya menetapkan Leo sebagai pemenang lomba.

“Pemenangnya dapat cita rasanya Teh Talua yang pas manis, gurih serta layak juara,” ujar Rusdi Bais yang akrab disapa RB didampingi juri lainnya, Firdaus Abie ditemui seusai lomba, Sabtu kemarin.

Penilaian tersebut membuat lomba membuat Teh Talua Lamak tidak sekadar menjadi perlombaan untuk memeriahkan suasana.

Peserta juga harus memperhatikan rasa minuman yang dibuat agar sesuai dengan karakter Teh Talua yang dikenal masyarakat Sumatera Barat.

Teh Talua buatan Eriyanto Leo (Wakil Ketua Bid IT  dan Multimedia), berjudul Teh Talua Palinggam, ditetapkan sebagai juara I. Pemenang II, Teh Talua For Cintaku, olahan Guspayendri Chaniago (Wakil Bendahara). Juara III, Teh  Talua Tarok Balenggek karya Firman Wan Ipin, Anggota PWI Sumbar. 

Harapan I Edi Jarot, Teh Talua Tiga Rasa Cinta Merdeka. Harapan II Andri Besman, Teh Talua Sumbarang Kanai. Harapan III Ajo Anas Teh Talua Batas Kota.

Sebelumnya, Ketua IKWI Sumbar Erlina menyampaikan, rangkaian kegiatan tersebut memang disiapkan untuk memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia bersama keluarga insan pers yang tergabung dalam PWI dan IKWI Sumbar.

Kegiatan dikemas Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Sumbar. Beragam lomba diadakan untuk membangun kebersamaan. Kegiatan dirancang tidak hanya untuk hiburan, tetapi juga sebagai ruang berkumpul dan mempererat hubungan antaranggota

Rangkaian acara diawali dengan Senam Pagi Sehat yang diikuti bersama oleh peserta. Sesi tersebut menjadi pembuka sebelum peserta mengikuti berbagai perlombaan yang telah disiapkan panitia.

Setelah kegiatan olahraga bersama, suasana kemeriahan dilanjutkan melalui sejumlah permainan yang melibatkan peserta.

Panitia menyiapkan tiga perlombaan dengan konsep yang cukup unik, yakni membuat Teh Talua Lamak secara berpasangan, sambung lagu, serta goyang balon.

Beragam hadiah juga disediakan bagi peserta yang berhasil menjadi pemenang.Pemberian hadiah tersebut menjadi bentuk apresiasi panitia sekaligus diharapkan dapat membuat peserta semakin bersemangat mengikuti setiap perlombaan.

Konsep perlombaan yang sederhana tetapi melibatkan kerja sama membuat kegiatan terasa lebih dekat dengan suasana kekeluargaan.

Peserta tidak hanya berusaha memenangkan perlombaan, tetapi juga menikmati momen kebersamaan dalam memperingati hari kemerdekaan, menambah nuansa perayaan HUT RI, panitia sebelumnya juga mengimbau peserta menyesuaikan pakaian dengan tema kemerdekaan.

Anggota perempuan mengenakan hijab dan pakaian berwarna merah yang dipadukan dengan bawahan putih. Peserta laki-laki diberikan keleluasaan untuk menyesuaikan pakaian.

“Sarannya, apabila ada baju merah dan kombinasi putih rancak bana, ” imbau Nina. Kehadiran berbagai perlombaan membuat perayaan tidak hanya berlangsung dalam suasana formal, tetapi juga memberikan ruang bagi anggota untuk bersantai dan saling berinteraksi. (*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update