Notification

×

Iklan

SCF 2026 Catat Transaksi Rp2,74 Miliar

Senin, 31 Agustus 2026 | 07:49 WIB Last Updated 2026-08-31T00:49:00Z

SCF 2026 Resmi Ditutup, Transaksi dan Komitmen Bisnis UMKM Sumbar Tembus Rp2,74 Miliar

Padang, Rakyatterkini.com — Sumatera Barat Creative Economy Festival (SCF) 2026 resmi ditutup setelah digelar selama tiga hari, 28 hingga 30 Agustus 2026, di Hotel Pangeran Beach, Padang. Festival yang merupakan kolaborasi Bank Indonesia dengan Pemerintah Daerah tersebut berakhir pada Minggu (30/8).

Prosesi penutupan dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat Mohamad Abdul Majid Ikram dan Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir. Selama pelaksanaan, berbagai agenda dalam SCF 2026 berlangsung dengan baik dan mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Dari sisi transaksi, penjualan langsung produk UMKM selama tiga hari pelaksanaan tercatat sementara Rp917.762.200. Rinciannya, transaksi pada hari pertama mencapai Rp289.908.800, hari kedua Rp375.989.900, sedangkan hari ketiga sebesar Rp251.863.500.

Sementara itu, transaksi melalui kanal daring sepanjang Agustus 2026 hingga penyelenggaraan SCF tercatat Rp1.337.300.000. Jika digabungkan, penjualan langsung dan daring telah mencapai Rp2.255.062.200.

Festival tersebut juga mencatat adanya Letter of Intent (LOI) berupa komitmen transaksi dari buyer asal Taiwan dengan nilai Rp490.800.000. Dengan memperhitungkan penjualan langsung, penjualan daring, serta LOI tersebut, nilai transaksi dan potensi kerja sama sementara mencapai Rp2.745.862.200.

Mohamad Abdul Majid Ikram menyampaikan, capaian itu memperlihatkan bahwa SCF memiliki peran lebih luas dibanding sekadar pameran produk UMKM. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana bagi pelaku usaha untuk memperoleh transaksi, memperluas pasar, sekaligus membangun koneksi bisnis.

“SCF 2026 tidak berhenti pada kegiatan pameran dan penjualan produk. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses membawa UMKM dari produk yang baik menjadi bisnis yang kuat, dari pasar lokal menuju pasar yang lebih luas, serta dari potensi menjadi prestasi,” kata Majid.

SCF 2026 mengangkat tema “Creative Culture for Digital and Sustainable Future: Mendorong Daya Saing Ekonomi Kreatif Sumatera Barat Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital.” Lebih dari 60 UMKM dari berbagai subsektor ekonomi kreatif ikut ambil bagian dalam festival tersebut.

Beragam produk dipamerkan, mulai dari wastra, fesyen, kerajinan, makanan dan minuman olahan, kopi, teh, hingga produk kreatif yang mengusung prinsip keberlanjutan. Selain berbelanja, masyarakat juga memperoleh informasi mengenai QRIS, Cinta, Bangga, Paham Rupiah, perlindungan konsumen, ekonomi dan keuangan syariah, literasi keuangan, serta digitalisasi.

Tingginya minat masyarakat terlihat dari jumlah kunjungan. Pada hari pertama, jumlah pengunjung tercatat lebih dari 2.000 orang, sedangkan hari kedua diperkirakan kembali mencapai sekitar 2.000 orang. Dengan demikian, sedikitnya 4.000 orang telah datang dalam dua hari pertama. Adapun data kunjungan pada hari terakhir masih dalam tahap penghitungan.

Tak hanya menghadirkan stan UMKM, SCF 2026 turut menggelar SCF Forum dan SCF Competition serta berbagai pertunjukan budaya dan hiburan. Agenda forum mencakup talkshow, lokakarya, hingga business matching dengan pembahasan mengenai pengelolaan keuangan, pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam pemasaran, digitalisasi usaha, keamanan data, ekspor, ekonomi hijau, kesehatan, ekonomi syariah, dan pengembangan industri fesyen.

Sejumlah perlombaan dan kegiatan lain turut digelar untuk menyemarakkan festival. Di antaranya kompetisi paduan suara Dharma Wanita Persatuan, lomba menggambar dan mewarnai bagi siswa sekolah dasar, Bankers Competition, Fashion Show Competition, pertunjukan seni budaya, serta penampilan sejumlah musisi lokal dan nasional.

Pada hari terakhir, masyarakat juga mengikuti Fun Walk SCF 2026. Kegiatan tersebut dilengkapi dengan talkshow mengenai kesehatan yang menghadirkan dr. Reisa Broto Asmoro.

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan SCF 2026. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dunia usaha, perbankan, perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat harus terus ditingkatkan.

Menurutnya, sinergi tersebut penting untuk mendorong UMKM di Sumatera Barat agar semakin kuat dan mampu bersaing di tengah perkembangan ekonomi digital.

Bank Indonesia juga memastikan dukungan terhadap UMKM akan terus dilakukan melalui peningkatan kapasitas usaha, digitalisasi, akses terhadap pembiayaan, pembukaan pasar yang lebih luas, hingga fasilitasi ekspor.

Dengan berakhirnya SCF 2026, diharapkan berbagai jejaring dan peluang bisnis yang telah terbentuk dapat terus berkembang. Produk-produk unggulan Sumatera Barat pun diharapkan mampu memperluas jangkauan hingga pasar nasional dan internasional secara berkelanjutan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update