Solok, Rakyatterkini.com - Sate Padang, salah satu makanan khas Minangkabau, kembali mendapat pengakuan di tingkat internasional setelah masuk dalam daftar kuliner terenak dunia versi situs kuliner Taste Atlas.
Dalam pemeringkatan tersebut, Sate Padang menempati posisi kedua, sementara peringkat pertama untuk kategori olahan daging terbaik di Asia ditempati beyti kebab asal Turki.
Taste Atlas dikenal sebagai platform yang mengulas berbagai makanan tradisional dari seluruh dunia, mulai dari hidangan, bahan baku, hingga cita rasa khas dari berbagai negara.
Di Sumatera Barat, Sate Padang hadir dengan beberapa varian kuah, seperti kuah merah, kuning, dan kecokelatan. Masing-masing memiliki karakter rasa yang berbeda sesuai daerah asalnya.
Salah satu rumah makan sate yang telah lama dikenal masyarakat adalah Sate Sinar Paris di Kota Solok. Kedai ini berada di Blok 7 Lantai 1 Pasar Raya Solok dan telah menjadi tujuan para penikmat kuliner sejak puluhan tahun lalu.
Pemiliknya, Nin Liarti, mengungkapkan bahwa usaha tersebut telah dirintis sejak era 1980-an. Pada awal berjualan, ia menawarkan sate secara berpindah dari satu pasar ke pasar lainnya sebelum akhirnya menetap di Pasar Raya Solok.
Ciri khas Sate Sinar Paris terletak pada kuah kuning yang kaya rempah. Pengunjung dapat memilih sate daging biasa maupun sate lidah. Untuk menjaga keaslian rasa, berbagai rempah utama didatangkan langsung dari Pariaman.
Selain menu sate, kedai ini juga menyediakan aneka minuman segar. Es tebak menjadi salah satu pilihan favorit pelanggan karena memadukan tapai, roti, dan tebak berbahan tepung beras yang disajikan bersama es serut, santan, gula, dan susu kental manis. Pilihan lainnya meliputi es rumput laut, es cendol, es alpukat, hingga minuman manis lainnya.
Harga minuman dipatok mulai Rp14 ribu, sedangkan satu porsi sate dibanderol mulai Rp16 ribu.
Tingginya minat pelanggan membuat kedai ini mampu mengolah sekitar 20 kilogram daging setiap hari atau setara dengan kurang lebih seribu porsi sate. Untuk menjangkau lebih banyak pelanggan, Sate Sinar Paris juga telah membuka cabang di kawasan Terminal Angkot Kota Solok.
Rumah makan ini beroperasi setiap hari mulai pukul 09.00 WIB hingga sekitar pukul 17.30 WIB. Pada masa libur panjang maupun Lebaran, stok sate sering kali habis lebih cepat karena tingginya permintaan.
Sate Sinar Paris menjadi salah satu destinasi kuliner favorit, khususnya bagi para perantau yang ingin menikmati cita rasa khas kampung halaman. Nama "Sinar Paris" sendiri merupakan singkatan dari Sinar Pariaman dan Sekitar.
Tidak hanya dikunjungi warga Sumatera Barat, pelanggan juga datang dari berbagai daerah di Indonesia hingga wisatawan mancanegara. Menurut Nin Liarti, keberhasilan usaha yang telah bertahan selama puluhan tahun tidak lepas dari komitmen menjaga kualitas rasa, kebersihan, serta pelayanan kepada pelanggan. Selain melayani pembelian langsung, kedai ini juga menerima pesanan untuk berbagai acara.(da*)


