Notification

×

Iklan

RS M. Djamil Ukur Kebugaran Pegawai ASN

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:48 WIB Last Updated 2026-08-27T19:29:42Z

Pengukuran Kebugaran Periode Triwulan III Tahun 2026 bagi Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) RS M. Djamil.

Padang, Rakyatterkini.com – Rumah Sakit (RS) Dr. M. Djamil Padang terus mendorong terciptanya lingkungan kerja yang sehat dengan memperhatikan kondisi fisik dan kebugaran para pegawainya. Sebagai rumah sakit rujukan di bawah Kementerian Kesehatan, keberadaan sumber daya manusia (SDM) yang sehat dan produktif menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Pengukuran Kebugaran Periode Triwulan III Tahun 2026 yang ditujukan bagi pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan RS M. Djamil.

Pada hari pertama pelaksanaan, puluhan ASN dari berbagai unit kerja mengikuti pemeriksaan kesehatan dengan antusias. Kegiatan tersebut digelar di Jembatan Penghubung Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan dengan Laboratorium Sentral Lantai 2 RS M. Djamil.

Pemeriksaan kebugaran ini merupakan bagian dari program Kementerian Kesehatan yang dilaksanakan secara rutin. Para pegawai menjalani sejumlah pemeriksaan, mulai dari pengecekan tekanan darah, berat dan tinggi badan, hingga pengukuran lingkar pinggang.

Tidak hanya itu, pemeriksaan laboratorium dasar juga dilakukan untuk mengetahui kadar gula darah serta kolesterol masing-masing pegawai.

Program tersebut tidak sebatas menjadi kegiatan administratif untuk mencatat kondisi kesehatan pegawai. Pemeriksaan juga diarahkan sebagai langkah pencegahan guna mengetahui faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) sejak dini.

Dengan mengetahui hasil skrining, pegawai dapat memahami kondisi kesehatan dan tingkat kebugarannya. Jika ditemukan faktor risiko tertentu, langkah penanganan maupun perubahan pola hidup dapat dilakukan lebih cepat.

Direktur Utama RS M. Djamil, dr. Dovy Djanas, mengatakan kondisi kesehatan pegawai memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran operasional rumah sakit. Menurutnya, pelayanan kepada pasien membutuhkan SDM yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki kondisi fisik dan mental yang baik.

“Pengukuran kebugaran ini merupakan bagian dari komitmen RS M. Djamil untuk menjaga kesehatan dan kebugaran pegawai. Kita ingin memastikan bahwa seluruh pegawai memiliki kesadaran untuk menjaga kondisi kesehatannya, karena kesehatan pegawai menjadi salah satu modal penting dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat,” ujar Dovy saat meninjau kegiatan.

Ia meminta pemeriksaan kesehatan berkala tersebut tidak dipandang hanya sebagai kewajiban rutin. Para pegawai diharapkan menjadikannya sebagai sarana untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi kesehatan pribadi.

Menurutnya, deteksi lebih awal terhadap faktor risiko penyakit dapat membantu pegawai mengambil langkah yang diperlukan, baik dengan memperbaiki pola hidup maupun memperoleh penanganan medis apabila dibutuhkan.

“Pemeriksaan ini jangan hanya dimaknai sebagai kegiatan rutin. Ini adalah momentum bagi kita untuk mengetahui kondisi kesehatan masing-masing. Kalau ada faktor risiko, tentu harus segera ditindaklanjuti. Kita berharap budaya hidup sehat benar-benar menjadi bagian dari keseharian seluruh pegawai RS M. Djamil,” katanya.

Dovy menambahkan, tingginya tuntutan pekerjaan di rumah sakit membuat setiap pegawai perlu memiliki stamina yang baik. Aktivitas pelayanan yang berlangsung setiap hari, termasuk menghadapi pasien dengan beragam kondisi kesehatan, membutuhkan kesiapan fisik agar pegawai mampu bekerja secara optimal.

“Pegawai rumah sakit memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, kita harus mulai dari diri sendiri. Kita jaga kesehatan, kita jaga kebugaran, sehingga ketika memberikan pelayanan kepada pasien, kita berada dalam kondisi yang prima,” tegasnya.

Pelaksanaan pengukuran kebugaran Triwulan III 2026 diharapkan dapat membantu menekan risiko penyakit penyerta di kalangan pegawai, baik tenaga medis maupun nonmedis. Hal ini penting karena sejumlah penyakit tidak menular dapat berkembang tanpa menunjukkan gejala pada tahap awal.

Dovy menyebut kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya rumah sakit dalam membangun lingkungan kerja yang sehat dan produktif. Sebagai institusi kesehatan milik Kementerian Kesehatan, RS M. Djamil dinilai tidak hanya memiliki tanggung jawab memberikan layanan kepada masyarakat, tetapi juga perlu menerapkan budaya hidup sehat di lingkungan internal rumah sakit.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update