Notification

×

Iklan

Hilirisasi Jagung Lunang Silaut Mulai Digenjot

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:29 WIB Last Updated 2026-08-27T19:32:27Z

Tim Ekspedisi Patriot Dorong Hilirisasi Jagung

Pessel, Rakyatterkini.com – Upaya meningkatkan nilai ekonomi komoditas jagung di Kawasan Transmigrasi Lunang Silaut mulai dilakukan. Tim Ekspedisi Patriot 2026 menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema Revitalisasi dan Pembentukan Kelembagaan Pengelola Industri Pengolahan Jagung (IPJ) di Kantor Nagari Lunang 3, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Program Ekspedisi Patriot 2026 yang dijalankan melalui kolaborasi Kementerian Transmigrasi bersama IPB University. Program ini diarahkan untuk mendorong peningkatan nilai tambah hasil pertanian masyarakat, khususnya melalui pengolahan komoditas jagung.

FGD diikuti Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Pesisir Selatan Syamwil, Wali Nagari Lunang 3, pengurus BUMNag Lunang 3, Koperasi Transmigrasi Lunang Silaut (Koptrans), Balai Penyuluh Pertanian (BPP), unsur pemerintahan, serta perwakilan kelompok petani.

Tim Ekspedisi Patriot dalam forum tersebut menyampaikan hasil kajian sekaligus sejumlah rekomendasi untuk membangun ekosistem bisnis IPJ. Pembahasan mencakup kesiapan sarana dan prasarana, pola kelembagaan pengelola, pasokan bahan baku jagung, hingga rencana pemasaran produk hasil olahan.

Koordinator Lapangan Tim Ekspedisi Patriot 2026, Audri Aulia Masita, mengatakan tim berperan sebagai fasilitator sekaligus pendorong percepatan, bukan sebagai pihak yang nantinya mengelola industri tersebut.

“Tim Patriot bertugas mempertemukan kebutuhan dan kepentingan para stakeholder IPJ, sekaligus memastikan IPJ dapat segera berjalan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pesisir Selatan Syamwil mendorong agar fasilitas IPJ dapat segera difungsikan. Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut penting agar hasil panen jagung dari petani di Kecamatan Lunang dan Silaut tidak hanya dijual sebagai bahan mentah.

“Kami berharap fasilitas IPJ sesegera mungkin beroperasi, sehingga komoditas jagung petani bisa mendapatkan nilai tambah,” kata Syamwil.

Ia juga menekankan perlunya pembagian tugas yang tegas antara BUMNag Lunang 3 dan Koptrans. Kejelasan kewenangan dinilai penting untuk mencegah terjadinya tumpang tindih dalam pengelolaan industri pengolahan jagung.

“Posisi BUMNag dan Koptrans perlu diperjelas. Masing-masing harus memiliki peran dan fungsi yang jelas,” tegasnya.

Revitalisasi IPJ diharapkan menjadi salah satu upaya konkret dalam mempercepat hilirisasi komoditas jagung di kawasan tersebut. Jika sebelumnya jagung lebih banyak dipasarkan sebagai bahan baku, ke depan komoditas itu diharapkan dapat diolah menjadi berbagai produk turunan yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Hasil FGD menetapkan dua langkah lanjutan, yakni mempercepat pengoperasian fasilitas IPJ serta melakukan penataan kelembagaan, terutama terkait pembagian peran antara BUMNag dan Koptrans.

Melalui kerja sama antara pemerintah, pemerintahan nagari, BUMNag, Koptrans, BPP, kelompok masyarakat, dan Tim Ekspedisi Patriot, IPJ di Nagari Lunang 3 ditargetkan segera beroperasi dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat setempat.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update