Notification

×

Iklan

PTPN IV Perkuat Antisipasi Karhutla di Tebo

Senin, 31 Agustus 2026 | 04:56 WIB Last Updated 2026-08-30T21:56:00Z

PTPN IV Regional IV dan Damkar Tebo Gelar Simulasi Terpadu

Jakarta, Rakyatterkini.com   – Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meningkat selama musim kemarau mendorong PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional IV Jambi–Sumbar meningkatkan kesiapan penanganan kebakaran di area operasionalnya.

Langkah tersebut dilakukan melalui Unit Kebun Rimbo Dua (Rimdu) dengan menggelar latihan penanggulangan karhutla bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tebo, Jumat (28/8/2026).

Simulasi dirancang untuk menggambarkan tahapan penanganan kebakaran secara menyeluruh. Rangkaian kegiatan dimulai dari patroli di wilayah yang memiliki potensi kebakaran, pengenalan titik api, penyampaian informasi, tindakan awal, pemadaman hingga tahap pendinginan.

Masyarakat yang berada di sekitar kawasan perkebunan juga dilibatkan dalam latihan tersebut. Keterlibatan warga dinilai penting untuk membangun respons bersama apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran.

Kegiatan itu turut disaksikan Region Head PTPN IV Regional IV Jambi–Sumbar Khayamuddin Panjaitan dan Operational Head Arief Subhan Siregar. Hadir pula Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tebo Riswan Pasaribu, S.P., Manager Kebun Rimbo Satu (Rimsa) Suharsono, jajaran personel Damkar, karyawan, petugas keamanan serta masyarakat sekitar.

Manager Kebun Rimbo Dua, Adrian Alamsyah, menjelaskan bahwa skenario latihan dibuat sedekat mungkin dengan situasi nyata. Tujuannya agar setiap pihak memahami tugas masing-masing sekaligus mengetahui mekanisme komunikasi dan koordinasi saat menghadapi keadaan darurat.

“Meski hanya latihan, kami membuat skenarionya seperti kejadian karhutla sebenarnya. Karyawan, masyarakat dan petugas Damkar perlu memahami langkah yang harus diambil serta tanggung jawab masing-masing ketika menghadapi kebakaran,” ujar Adrian.

Ia menambahkan, latihan tersebut memperlihatkan koordinasi antara perusahaan, masyarakat dan petugas pemadam dapat berlangsung secara terarah.

Dalam simulasi, petugas keamanan bersama warga terlebih dahulu melakukan pemantauan di sejumlah lokasi yang dianggap rawan. Ketika menemukan indikasi adanya titik api, mereka melakukan tindakan awal dan segera meneruskan informasi kepada Posko Karhutla serta Damkar Kabupaten Tebo.

Mendapat laporan tersebut, personel Damkar menuju lokasi untuk melakukan pemadaman secara bersama-sama. Setelah api dinyatakan terkendali, dilakukan penyiraman dan pendinginan guna memastikan tidak ada bara maupun titik panas yang dapat memicu kebakaran kembali.

Adrian menilai kecepatan dalam melaporkan temuan serta kualitas koordinasi menjadi bagian penting dalam mengendalikan karhutla sejak awal. Penanganan yang terlambat berpotensi membuat api semakin besar dan menyebar ke area perkebunan maupun wilayah permukiman di sekitarnya.

“Respons cepat dan komunikasi yang terkoordinasi sangat menentukan. Jika titik api bisa diketahui dan ditangani sejak dini, risiko kebakaran meluas dapat ditekan,” katanya.

Selain melatih personel, kegiatan tersebut sekaligus digunakan untuk memeriksa kesiapan fasilitas dan peralatan pemadam kebakaran yang dimiliki perusahaan.

Dalam latihan, berbagai perlengkapan dikerahkan, mulai dari jet pump bertekanan tinggi, tangki pemadam, selang dan nozzle, genset, peralatan manual hingga alat pelindung diri. Petugas juga dilengkapi pakaian tahan panas, helm serta sarung tangan khusus.

Untuk mendukung koordinasi di lapangan, sebuah tenda didirikan sebagai posko selama simulasi berlangsung.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Adrian menyebut seluruh sarana penanggulangan kebakaran dalam keadaan baik dan siap dioperasikan jika sewaktu-waktu diperlukan.

“Alhamdulillah, peralatan yang tersedia semuanya dalam kondisi baik dan siap digunakan. Meski begitu, kami tentu berharap tidak sampai terjadi karhutla. Pencegahan tetap menjadi langkah utama,” ucapnya.

Adrian juga mengajak seluruh karyawan dan masyarakat sekitar untuk menjaga lingkungan, terutama dengan menghindari aktivitas yang dapat menjadi pemicu kebakaran selama musim kemarau.

Menurutnya, tindakan sederhana seperti membuang puntung rokok sembarangan dapat menimbulkan risiko serius ketika kondisi lahan dan vegetasi dalam keadaan kering.

“Kesadaran dan kepedulian bersama sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya karhutla,” tuturnya.

Melalui kegiatan tersebut, PTPN IV Regional IV Jambi–Sumbar kembali menegaskan upayanya dalam memperkuat sistem kesiapsiagaan menghadapi karhutla. Sinergi dengan pemerintah daerah, petugas pemadam kebakaran dan masyarakat akan terus dilakukan guna melindungi kawasan perkebunan serta lingkungan sekitar dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update