Notification

×

Iklan

Produk UMKM Kabupaten Solok Laris di Hari Pertama AOE 2026

Jumat, 28 Agustus 2026 | 13:30 WIB Last Updated 2026-08-28T06:38:31Z

Ketua Dekranasda Kabupaten Solok Nia Jon Firman Pandu saat menyambut pengunjung.

Solok, Rakyatterkini.com – Beragam produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Kabupaten Solok, Sumatera Barat, mendapat sambutan positif dalam hari pertama APKASI Otonomi Expo (AOE) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten.

Produk yang dipamerkan, mulai dari aneka rendang hingga kerajinan tikar pandan, menjadi perhatian pengunjung. Tingginya transaksi menunjukkan produk unggulan daerah tersebut memiliki peluang untuk menembus pasar yang lebih luas.

Ketua Dekranasda Kabupaten Solok, Nia Jon Firman Pandu, melalui keterangan tertulis yang diterima di Solok, Kamis, menyebut salah satu pengunjung yang membeli produk UMKM Solok adalah Ketua TP PKK Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Dian Cahyati Rahmat Trianto.

Saat mendatangi stan Kabupaten Solok, Dian membeli sejumlah produk khas daerah tersebut. Beberapa di antaranya berupa tikar pandan berukuran besar, Rendang Bundo Koto, Rendang Hj Fahmi, rendang cubadak, kerupuk jangek, ikan bilis Oni, serta scarf khas Solok.

Ketertarikan pengunjung tidak hanya terlihat pada produk makanan. Berbagai kerajinan lokal yang dipajang di stan Kabupaten Solok juga mendapat perhatian dalam pameran yang diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia itu.

Nia mengatakan sejumlah produk UMKM lainnya turut mencatat penjualan yang baik pada hari pertama. Produk tersebut antara lain tenun serumpun, bawang goreng, dan batik tanah liat.

Menurutnya, tingginya kunjungan ke stan Kabupaten Solok menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM dan perajin untuk memperkenalkan produk mereka kepada konsumen di luar daerah.

Antusiasme pengunjung, lanjut Nia, memperlihatkan bahwa produk berbasis potensi lokal memiliki daya saing sekaligus peluang untuk dikembangkan ke pasar nasional.

Keikutsertaan Kabupaten Solok dalam AOE 2026 juga tidak sekadar dimanfaatkan sebagai sarana promosi. Pameran tersebut menjadi momentum untuk membangun relasi bisnis dan memperluas jaringan pemasaran bagi pelaku UMKM serta perajin.

Berbagai produk yang ditampilkan mencerminkan kekayaan ekonomi kreatif Kabupaten Solok, baik berupa makanan olahan maupun kerajinan yang mengangkat potensi dan kearifan lokal.

Melalui ajang berskala nasional tersebut, pelaku usaha dapat memperkenalkan karakteristik serta kualitas produknya kepada calon konsumen dari berbagai kabupaten dan kota.

Meningkatnya minat terhadap produk Solok diharapkan berlanjut pada terbentuknya kerja sama pemasaran. Dengan demikian, produk UMKM tidak hanya bergantung pada pasar lokal, tetapi dapat menjangkau konsumen di berbagai wilayah Indonesia.

AOE 2026 sekaligus menjadi momentum bagi Kabupaten Solok untuk memperkuat promosi produk kuliner, kerajinan, dan ekonomi kreatif daerah, serta meningkatkan daya saing UMKM lokal di tingkat nasional.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update