Padang, Rakyatterkini.com — Kinerja Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) sepanjang 2026 mendapat sejumlah apresiasi dari berbagai lembaga. Penghargaan tersebut mencakup bidang tata kelola pemerintahan, pengembangan sumber daya manusia, pendidikan, transformasi digital, hingga kepemimpinan.
Memasuki paruh kedua tahun ini, deretan penghargaan yang diterima Pemprov Sumbar menjadi salah satu gambaran atas berbagai program dan kebijakan yang telah dijalankan pemerintah daerah. Penilaian yang dilakukan sejumlah lembaga tersebut memiliki indikator serta sudut pandang yang berbeda-beda.
Dalam bidang pengembangan sumber daya manusia dan kepemimpinan, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah meraih sejumlah penghargaan. Di antaranya Indonesia Human Capital Brilliance Award (IHCBA) dari Forum Human Capital Indonesia (FHCI), Leadership Award dari Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Sumbar, serta Disway Top Regional Leader Award yang diberikan Disway National Network (DNN).
Penghargaan lainnya datang dari sektor pendidikan. Mahyeldi memperoleh penghargaan tingkat nasional dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional yang diberikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Sementara dalam bidang pemerintahan dan kepamongprajaan, Gubernur Sumbar menerima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
Komitmen Sumbar dalam mengembangkan ekonomi berbasis digital juga mendapat pengakuan. Bank Indonesia memberikan BI Award kepada Pemerintah Provinsi Sumbar sebagai Pemerintah Provinsi Penggerak Ekonomi Digital Nasional Terbaik untuk wilayah Sumatera.
Tak hanya gubernur, Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy turut memperoleh penghargaan. Ia menerima Parlemen Jurnalis Award sebagai Wakil Kepala Daerah Penggerak Solidaritas Kebencanaan dari Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP).
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kontribusi pemerintah daerah dalam membangun kepedulian, koordinasi, serta solidaritas ketika menghadapi berbagai persoalan kebencanaan.
Meski demikian, Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa penghargaan bukanlah sasaran utama dalam menjalankan pemerintahan. Menurutnya, setiap penghargaan seharusnya menjadi pemacu semangat sekaligus bahan evaluasi agar kinerja pemerintah semakin baik.
“Penghargaan ini kita syukuri dan kita jadikan motivasi untuk terus bekerja lebih baik. Yang paling penting bukan penghargaan yang kita terima, tetapi bagaimana program dan kebijakan pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Mahyeldi di Padang, Selasa (25/8/2026).
Ia menyebut berbagai capaian tersebut tidak terlepas dari kerja bersama seluruh jajaran Pemprov Sumbar, pemerintah kabupaten dan kota, serta para pemangku kepentingan yang selama ini berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Mahyeldi juga mengakui masih terdapat sejumlah sektor yang membutuhkan perhatian dan pembenahan. Beberapa program dinilai masih perlu diperkuat, baik dalam pelaksanaan di lapangan maupun dari sisi dukungan anggaran.
Karena itu, deretan penghargaan yang diraih selama 2026 akan dijadikan bagian dari evaluasi pemerintah daerah. Capaian yang sudah baik akan dipertahankan, sedangkan aspek yang masih memiliki kekurangan akan terus diperbaiki.
“Masih banyak pekerjaan yang harus kita selesaikan. Karena itu, apresiasi yang kita terima jangan sampai membuat kita berhenti berbenah. Justru harus menjadi penyemangat untuk memberikan pelayanan yang lebih baik dan menghadirkan pembangunan yang semakin dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Dengan demikian, berbagai penghargaan yang diterima sepanjang 2026 tidak hanya menjadi pencapaian bagi kepala daerah. Lebih dari itu, penghargaan tersebut menjadi refleksi atas upaya bersama Pemprov Sumbar dalam menjalankan pemerintahan, meningkatkan pelayanan publik, dan menghadirkan pembangunan yang berdampak bagi masyarakat.(da*)


