Notification

×

Iklan

Jateng Antisipasi Kekeringan hingga September

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:48 WIB Last Updated 2026-08-26T03:48:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai memperkuat berbagai langkah untuk menghadapi potensi kekeringan yang diperkirakan masih terjadi hingga September 2026.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mendorong pelaksanaan modifikasi cuaca sebagai salah satu strategi untuk mengurangi dampak musim kering yang berkepanjangan. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu menekan risiko kekurangan air di sejumlah wilayah.

Pernyataan itu disampaikan Taj Yasin seusai menghadiri acara Dzikro Maulidurrosul Muhammad SAW di Pondok Pesantren Ar Roudloh Babadan, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Selasa (25/8/2026).

Langkah antisipasi tersebut menjadi perhatian setelah BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah menetapkan 14 daerah dalam status Awas kekeringan meteorologis untuk periode 21–31 Agustus 2026. Daerah yang masuk dalam kategori tersebut adalah Demak, Kudus, Grobogan, Jepara, Pati, Rembang, Blora, Sragen, Karanganyar, Purworejo, Klaten, Magelang, Cilacap, dan Wonogiri.

BMKG juga memperkirakan potensi curah hujan rendah masih dapat terjadi di seluruh wilayah Jawa Tengah hingga penghujung September. Kondisi paling kering diprediksi berlangsung pada awal September.

Menurut Taj Yasin, persoalan kekeringan tidak cukup ditangani melalui bantuan jangka pendek. Pemerintah juga perlu memperbaiki tata kelola air serta memperluas dan menjaga kawasan yang berfungsi sebagai daerah resapan.

Ia menilai pembangunan yang terlalu banyak menggunakan beton dapat membuat air hujan sulit masuk ke dalam tanah. Karena itu, pembangunan permukiman dan infrastruktur perlu mempertimbangkan keberadaan ruang terbuka yang mampu menyerap air.

Taj Yasin juga mengingatkan pentingnya memperbanyak fasilitas resapan, seperti sumur biopori dan sumur resapan di kawasan perumahan. Permukaan tanah di lingkungan permukiman diharapkan tidak seluruhnya tertutup beton.

Penguatan sistem resapan dinilai dapat membantu mempertahankan ketersediaan air tanah sekaligus menjadi langkah mitigasi menghadapi musim kemarau yang berlangsung lebih lama.

Di sisi lain, Pemprov Jawa Tengah juga menyiapkan bantuan bagi masyarakat yang telah mengalami dampak kekeringan. Melalui BPBD, armada truk tangki disiagakan untuk menyalurkan air bersih ke daerah yang membutuhkan.

Koordinasi bersama pemerintah kabupaten dan kota terus dilakukan guna memastikan kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah terdampak tetap terpenuhi.

Dengan potensi kekeringan yang masih berlangsung sampai September, pemerintah daerah diminta memperkuat kesiapsiagaan agar keterbatasan pasokan air tidak semakin berdampak terhadap kehidupan masyarakat.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update