Notification

×

Iklan

Pegadaian dan POGI Perkuat Pencegahan Stunting

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:29 WIB Last Updated 2026-08-24T09:29:00Z

Pegadaian dan POGI Perkuat Gerakan Bersama Menuju Indonesia Emas Bebas Stunting

Solok, Rakyatterkini.com  – PT Pegadaian (Persero) bersama Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) kembali menunjukkan kepedulian terhadap upaya pencegahan stunting melalui program Merdeka Stunting 2026.

Mengangkat tema “Gerakan Bersama Pegadaian–POGI Menuju Indonesia Emas Bebas Stunting”, kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di 36 lokasi di Indonesia. Untuk wilayah Riau, kegiatan dipusatkan di Kantor Wilayah PT Pegadaian Pekanbaru dengan melibatkan 30 ibu hamil, baik nasabah Pegadaian maupun warga di sekitar lokasi.

Para peserta memperoleh sejumlah layanan kesehatan secara gratis. Di antaranya pemeriksaan kehamilan, pemeriksaan ultrasonografi (USG) dengan perangkat USG 4D, konsultasi bersama dokter spesialis obstetri dan ginekologi, serta pemberian multivitamin dan suplemen penunjang kebutuhan gizi.

Dukungan terhadap kebutuhan suplementasi dalam program ini turut diberikan PT Dexa Medica Jakarta. Salah satu suplemen yang dibagikan merupakan produk terbaru yang diluncurkan bersamaan dengan pelaksanaan Merdeka Stunting 2026.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan edukasi mengenai SPRIN (Selamatkan Perempuan Indonesia), pemenuhan nutrisi selama kehamilan, serta pentingnya melakukan pencegahan stunting sejak ibu mengandung.

Di Riau, peserta mendapat tambahan fasilitas berupa pemeriksaan mata tanpa biaya. Pelayanan tersebut didukung dokter spesialis mata dari Riau Eye Centre Pekanbaru dengan memanfaatkan peralatan serta teknologi pemeriksaan mata terbaru.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah II Pekanbaru yang disampaikan melalui Abdul Malik menyebutkan bahwa program Pegadaian Peduli merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memperluas manfaat kehadiran Pegadaian di tengah masyarakat.

Menurutnya, Pegadaian tidak hanya berperan melalui pelayanan di bidang keuangan, tetapi juga berupaya memberikan kontribusi sosial yang dapat dirasakan masyarakat secara langsung dan berkelanjutan.

Abdul Malik menjelaskan, rangkaian Merdeka Stunting sebelumnya telah berlangsung di sejumlah daerah dengan menggandeng POGI setempat. Setelah kegiatan di Cabang Solok bersama POGI Sumatera Barat dan Pekanbaru bersama POGI Riau, kegiatan berikutnya dijadwalkan berlangsung di Batam bersama POGI Kepulauan Riau.

Ia menilai kerja sama antara perusahaan dan organisasi profesi menjadi contoh nyata bahwa berbagai sektor dapat bersinergi untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Ketua POGI Cabang Riau, dr. Hendry Adi Syaputra, M.Ked (OG), Sp.OG, mengatakan bahwa penurunan angka stunting membutuhkan tindakan konkret dan keterlibatan berbagai pihak.

Ia menyebutkan, berdasarkan data yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut, angka prevalensi stunting di Riau mengalami penurunan dari 22,3 persen pada 2021 menjadi 17 persen pada 2022. Menurutnya, penurunan tersebut didukung oleh berbagai langkah nyata yang dilakukan di lapangan, termasuk kolaborasi dalam program Merdeka Stunting.

Hendry mengapresiasi keterlibatan Pegadaian dan POGI yang menggelar program tersebut di 36 kota melalui 36 cabang POGI dan 16 unit kantor wilayah Pegadaian. Program itu menargetkan sekitar 37 ibu hamil sebagai penerima manfaat di setiap titik kegiatan.

Menurut Hendry, kerja sama antara sektor usaha, organisasi profesi, pemerintah, dan masyarakat merupakan bagian penting untuk mempercepat terwujudnya Indonesia yang bebas stunting.

Apresiasi serupa disampaikan Wakil Wali Kota Pekanbaru, H. Markarius Anwar, ST, M.Arch. Ia menilai program Merdeka Stunting sejalan dengan upaya nasional dalam mempersiapkan generasi yang sehat menuju Indonesia Emas.

Markarius menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari Pemerintah Kota Pekanbaru, POGI, Dinas Kesehatan sebagai sektor utama, hingga PT Pegadaian Kantor Wilayah Pekanbaru.

Ia menegaskan bahwa persoalan stunting bukan hanya menjadi kewajiban pemerintah. Penanganannya membutuhkan keterlibatan dunia usaha, organisasi profesi, tenaga medis, fasilitas kesehatan, serta masyarakat.

Pelaksanaan Merdeka Stunting 2026 di Pekanbaru turut melibatkan sejumlah mitra kesehatan, seperti RS Zainab, RS Syafira, RS Hermina, D’Lima Clinic, Bakti Clinic, dan Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru.

Kehadiran berbagai mitra tersebut membuat kegiatan tidak sebatas pemeriksaan kesehatan. Para ibu hamil juga mendapatkan pengetahuan mengenai pentingnya menjaga kondisi tubuh selama masa kehamilan, memenuhi kebutuhan nutrisi, menjalani pemeriksaan rutin, serta melakukan langkah pencegahan stunting sedini mungkin.

Melalui program ini, Pegadaian dan POGI berupaya memperluas akses ibu hamil terhadap informasi dan layanan kesehatan yang berkualitas. Peserta diharapkan dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai kesehatan kehamilan sekaligus mendapatkan dukungan pemeriksaan, vitamin, dan suplementasi gizi.

Gerakan Bersama Pegadaian–POGI Menuju Indonesia Emas Bebas Stunting menjadi salah satu bentuk nyata bahwa persoalan stunting membutuhkan kerja bersama yang dilakukan secara konsisten.

Dengan melibatkan pemerintah, pelaku usaha, organisasi profesi, fasilitas pelayanan kesehatan, tenaga medis, serta masyarakat, program tersebut diharapkan mampu mendukung lahirnya generasi Indonesia yang sehat, berkualitas, dan terbebas dari stunting.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update