Notification

×

Iklan

Padang Menuju Kota Gastronomi Dunia

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:47 WIB Last Updated 2026-08-08T15:47:00Z

Kegiatan "Padang Bajamba: Taste of Padang Experience 2026 

Padang, Rakyatterkini.com — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melihat potensi kuliner Kota Padang sebagai salah satu kekuatan strategis untuk menggerakkan perekonomian, pariwisata, sekaligus melestarikan budaya daerah. Kekayaan kuliner tersebut dinilai dapat menjadi bekal bagi Padang untuk menuju kota gastronomi berkelas dunia.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyampaikan, ketenaran masakan Padang telah menjadi modal penting. Namun, popularitas itu perlu diperkuat dengan peningkatan kualitas makanan, jaminan keamanan pangan serta dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Mahyeldi melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Jasman Datuak Bandaro Bendang, dalam acara Padang Bajamba: Taste of Padang Experience 2026 Road to Gastronomy City yang digelar dalam rangka Hari Jadi Kota Padang ke-357 di Gedung Bagindo Aziz Chan, Jumat (7/8/2026).

Dalam sambutan gubernur yang dibacakan Jasman, dijelaskan bahwa gastronomi memiliki cakupan yang jauh lebih luas dibanding sekadar cita rasa makanan. Gastronomi mencakup seluruh proses yang berkaitan dengan pangan, mulai dari pemilihan bahan, pengolahan, penyajian, pelayanan hingga nilai-nilai budaya yang melekat di dalamnya.

Menurut Mahyeldi, upaya menjadikan Padang sebagai kota gastronomi harus dibangun melalui sebuah ekosistem yang melibatkan berbagai sektor. Mulai dari pertanian, perikanan, perdagangan, kesehatan, lingkungan, pariwisata, budaya hingga ekonomi kreatif.

Ia menekankan bahwa nama besar kuliner Padang harus berjalan beriringan dengan standar mutu yang baik. Kebersihan dalam proses pengolahan, keamanan bahan makanan, konsistensi rasa serta kualitas pelayanan menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing kuliner daerah.

Mahyeldi mengatakan, popularitas kuliner Padang hanyalah titik awal. Tujuan yang lebih besar adalah memastikan sektor tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat usaha lokal, mempertahankan tradisi kuliner dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Pemprov Sumbar, lanjutnya, mendukung rencana Kota Padang untuk masuk dalam Jejaring Kota Kreatif UNESCO pada bidang gastronomi. Meski demikian, status tersebut diharapkan tidak hanya menjadi sebuah predikat, tetapi memberikan dampak langsung terhadap masyarakat.

Keberhasilan gastronomi, menurut Mahyeldi, dapat dilihat dari berkembangnya UMKM, terbukanya kesempatan bagi anak muda, meningkatnya nilai jual bahan pangan lokal serta terciptanya pengalaman wisata yang berkualitas dan aman.

Ia juga menyoroti pentingnya pelestarian pengetahuan kuliner tradisional. Resep dan keterampilan memasak yang diwariskan antargenerasi perlu didokumentasikan serta diperkenalkan melalui lingkungan keluarga, sekolah, perguruan tinggi, lembaga adat dan berbagai komunitas.

Pengembangan gastronomi juga tidak boleh hanya berpusat pada restoran. Di balik satu menu makanan terdapat mata rantai ekonomi yang melibatkan petani, nelayan, peternak, pedagang, juru masak hingga pelaku UMKM.

Karena itu, pemerintah mendorong pelaku usaha untuk memperhatikan berbagai aspek, seperti kebersihan dapur, mutu bahan baku, kesehatan pekerja, jaminan kehalalan, kemasan, keterbukaan informasi harga serta kualitas pelayanan.

Dengan pendekatan tersebut, manfaat perkembangan gastronomi diharapkan dapat dirasakan hingga ke masyarakat yang berada di sentra-sentra penghasil bahan pangan.

Mahyeldi juga berharap pelaksanaan Padang Bajamba dan Taste of Padang Experience 2026 tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ajang tersebut harus mampu menciptakan perputaran ekonomi dengan memberikan kesempatan kepada UMKM untuk memperkenalkan produk, membangun merek dan memperluas jaringan pemasaran.

Pendampingan terhadap pelaku usaha juga dinilai penting, khususnya dalam hal sertifikasi, pengemasan, pemasaran digital, pengelolaan keuangan, perizinan serta akses pembiayaan.

Selain itu, konsep wisata gastronomi di Padang dinilai perlu diperluas. Wisatawan tidak hanya diarahkan untuk mencicipi makanan, tetapi juga diajak mengenal pasar tradisional, bahan baku, teknik memasak, sejarah kuliner hingga nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Sejumlah konsep dapat dikembangkan, seperti paket wisata kuliner, kelas memasak makanan tradisional, tur pasar, pengalaman makan bajamba hingga pengembangan pusat oleh-oleh. Dengan semakin banyak aktivitas yang dapat dinikmati, wisatawan diharapkan tinggal lebih lama sehingga memberikan kontribusi ekonomi yang lebih besar kepada masyarakat.

Sementara itu, Wali Kota Padang Fadly Amran Datuak Paduko Malano menyampaikan bahwa tradisi Padang Bajamba mempunyai makna yang jauh lebih luas daripada aktivitas makan bersama.

Menurutnya, bajamba mencerminkan nilai persaudaraan, kebersamaan, gotong royong, musyawarah dan rasa syukur. Tradisi tersebut juga mengajarkan bahwa setiap orang dapat duduk bersama tanpa membedakan kedudukan maupun status sosial.

Fadly menyebut prinsip “Duduk sama rendah, tegak sama tinggi” merupakan salah satu nilai yang relevan dalam membangun Kota Padang. Kemajuan daerah, kata dia, tidak cukup hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan masyarakat mempertahankan budaya, persatuan dan semangat kebersamaan.

Ia menilai tema “Padang: Road to Gastronomy City” menjadi kesempatan untuk membawa kekayaan kuliner Minangkabau ke tingkat internasional tanpa menghilangkan identitas dan akar budayanya.

Beragam hidangan seperti rendang, gulai, lamang sarikayo dan kuliner tradisional lainnya dinilai memiliki nilai sejarah serta kearifan lokal yang kuat. Makanan tersebut bukan hanya produk konsumsi, tetapi juga bagian dari identitas budaya masyarakat Minangkabau.

Fadly mengatakan setiap makanan tradisional memiliki kisah dan nilai tersendiri. Kekayaan tersebut yang nantinya akan diperkenalkan lebih luas sebagai bagian dari upaya menjadikan Padang sebagai kota gastronomi dunia.

Kehadiran mahasiswa dari sejumlah negara dalam kegiatan tersebut juga dinilai menjadi kesempatan strategis untuk mengenalkan budaya Minangkabau kepada masyarakat internasional secara langsung.

Acara tersebut turut dihadiri Menteri Haji dan Umrah Muhammad Irfan Yusuf, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Denny Abdi, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, pimpinan DPRD, unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, tokoh adat, akademisi, budayawan, pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif, pengusaha kuliner, petani, nelayan, pedagang pasar serta pelaku UMKM.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update