Notification

×

Iklan

OKK PWI Sumbar Resmi Ditutup

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:22 WIB Last Updated 2026-08-15T05:22:00Z

Foto bersama

Padang, Rakyatterkini.com – Kegiatan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat resmi berakhir setelah ditutup oleh Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Sumbar, Zul Effendi. Sebanyak 52 peserta dinyatakan berhak menerima sertifikat sebagai bukti telah mengikuti salah satu tahapan wajib untuk menjadi anggota PWI.

Penyerahan sertifikat dilakukan secara simbolis kepada dua perwakilan peserta, yakni Altas Maulana dan Dwita Norfalinda. Keduanya juga menyampaikan kesan dan pesan mewakili seluruh peserta sebagai penanda berakhirnya rangkaian kegiatan.

OKK PWI Sumbar kali ini berlangsung di Edotel SMKN 9 Padang selama dua hari, Jumat-Sabtu, 14-15 Agustus 2026. Sepanjang kegiatan, peserta terlihat mengikuti seluruh materi dengan serius dan antusias.

Mengenakan kemeja putih, para peserta mengikuti setiap sesi di ruang kegiatan tanpa meninggalkan ruangan. Berbagai materi dibahas secara interaktif, disertai sesi diskusi dan tanya jawab.

Kegiatan yang sebelumnya dikenal dengan istilah Karya Latih Wartawan tersebut tidak hanya menjadi ajang pelatihan jurnalistik. OKK merupakan salah satu pintu bagi calon anggota untuk mengenal lebih jauh PWI sebagai organisasi profesi wartawan yang telah berdiri sejak lama di Indonesia.

Ketua PWI Sumbar, Widya Navies, melalui sambutan yang disampaikan lewat sambungan WhatsApp dan pengeras suara, mengatakan kesempatan mengikuti OKK akan terus dibuka bagi calon anggota.

“Ini OKK pertama tahun ini untuk kawan-kawan calon anggota PWI Sumbar, tetapi bukan yang terakhir. Insya Allah kegiatan serupa akan kembali digelar,” ujarnya.

Widya juga mengingatkan peserta agar selalu menjaga nama baik dan marwah organisasi. Ia menekankan pentingnya menghasilkan karya jurnalistik yang akurat, berimbang, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selama dua hari pelaksanaan, materi disampaikan dalam sejumlah panel dengan durasi pemaparan yang relatif singkat sehingga kegiatan berlangsung secara dinamis.

Panel pertama membahas sejarah PWI, PWI Sumbar, serta perkembangan wartawan di Ranah Minang. Materi tersebut disampaikan melalui Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Sumbar sekaligus Ketua Panitia OKK, M. Khudri.

Selanjutnya, Sawir Pribadi, Zul Effendi, dan Firdaus Abie membahas aspek keorganisasian serta peran Dewan Kehormatan PWI. Sesi tersebut dipandu moderator Romi Delfiano dan berlangsung interaktif dengan banyak pertanyaan dari peserta.

Panel kedua menghadirkan Emil Mahmudsyah, Sukri Umar, dan Devi Diany. Pembahasan mencakup Kode Etik Jurnalistik (KEJ), Kode Perilaku Wartawan (KPW), UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, serta aspek hukum pers dan ketentuan pidana, termasuk UU ITE dan UU Perlindungan Anak.

Pada sesi terakhir, peserta mendapatkan materi mengenai teknik peliputan, wawancara, penulisan berita, hingga penulisan feature. Materi tersebut disampaikan Reviandi, Guspa, dan Soesilo dengan Romi Delfiano sebagai moderator.

Reviandi menyebut sebagian peserta OKK kali ini sudah memiliki pengalaman sebagai wartawan. Karena itu, ia memilih pendekatan berbagi pengalaman dalam menyampaikan materi, khususnya terkait teknik wawancara.

Bagi PWI Sumbar, pelaksanaan OKK menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman dasar calon anggota. Selama dua hari, peserta memperoleh pembekalan mengenai organisasi, etika jurnalistik, hukum pers, serta keterampilan jurnalistik dari sejumlah wartawan utama dan pengurus PWI.(*/rel)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update